Qodari Ungkap Investasi Tiongkok ke Indonesia Capai Rp69,5 Triliun

  • 21 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Investasi langsung Tiongkok ke Indonesia mencapai US$3,9 miliar atau sekitar Rp69,52 triliun pada semester pertama 2026.
  • Investasi Tiongkok diharapkan membuka lapangan kerja dan menggerakkan UMKM serta usaha lokal.
  • Pemerintah mendorong kerja sama investasi Tiongkok yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Investasi langsung Tiongkok ke Indonesia mencapai 3,9 miliar dolar Amerika Serikat setara Rp69,52 Triliun sepanjang semester pertama 2026. Angka tersebut menempatkan Tiongkok sebagai salah satu negara dengan investasi terbesar di Indonesia.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari mengatakan data tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Tiongkok berada di urutan ketiga negara dengan investasi terbesar setelah Singapura dan Hong Kong.

“Pada sisi investasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mencatat investasi langsung dari Tiongkok mencapai 3,9 miliar US dolar. Data ini sepanjang semester pertama 2026,” ujar Qodari saat memberikan keynote speech kegiatan Indonesia–China Digital City & Security Technology Application Forum 2026 di Auditorium SLN RRI Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Qodari mengatakan sebagian investasi yang tercatat berasal dari Hong Kong juga disebut berasal dari perusahaan Tiongkok. Investasi tersebut terutama berkaitan dengan pengembangan sektor hilirisasi mineral di Indonesia.

“Menurut Pak Rosan, sebagian besar investasi yang masuk dari Hong Kong juga berasal dari perusahaan Tiongkok. Ya ini sudah ditegaskan, terutama hilirisasi mineral,” katanya.

Menurut Qodari, besarnya investasi Tiongkok menjadi bagian dari hubungan ekonomi kedua negara yang perlu terus dikembangkan. Pemerintah Indonesia, kata dia, terbuka terhadap kerja sama yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.

Ia mengatakan kerja sama ekonomi Indonesia dan Tiongkok diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi. Pemerintah juga menginginkan investasi tersebut membuka lapangan kerja serta menghidupkan kegiatan usaha lokal.

“Khusus bagi delegasi dari Beijing, kami dengan hangat menyambut Bapak-Ibu sekalian sebagai mitra. Pemerintah Indonesia sangat terbuka bagi kerja sama yang membuka lapangan kerja bagi rakyat dan menghidupkan usaha lokal,” ujar Qodari.

Qodari menambahkan investasi yang masuk perlu dikomunikasikan kepada masyarakat secara utuh. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui manfaat investasi terhadap lapangan kerja, UMKM lokal, hingga rantai pasok di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....