Korban Masih Dicari, Basarnas Ubah Jadwal Penyelaman KM Virgo Transport 8

  • 21 Sep 2026 11:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 memasuki hari kesembilan pada hari ini, Senin, 21 September 2026.
  • Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, perubahan jadwal tersebut dilakukan untuk menekan risiko.
  • Kondisi angin, gelombang, dan arus laut sebelumnya menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi korban dari badan kapal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 memasuki hari kesembilan pada hari ini, Senin, 21 September 2026. Basarnas mengaku, mengubah strategi penyelaman dengan memajukan waktu operasi bawah air untuk memanfaatkan kondisi perairan yang diharapkan lebih aman.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, perubahan jadwal tersebut dilakukan untuk menekan risiko. Yakni, menekan risiko terhadap penyelam sekaligus memperpanjang waktu efektif pencarian.

"Kondisi angin, gelombang, dan arus laut sebelumnya menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi korban dari badan kapal. Terkait dengan risiko, tim kami dalam melaksanakan proses evakuasi, untuk hari ini strateginya atau skenario kita akan ubah," kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi Tim SAR Gabungan, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip Senin, 21 September 2026.

Putu menjelaskan, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama penyelam PT Jasalindo akan diupayakan turun lebih awal. Langkah tersebut, diambil setelah operasi hari sebelumnya baru dapat dimulai sekitar pukul 14.30 waktu setempat akibat kondisi angin dan cuaca.

"Kalau tadi memang kami tiba di lokasi sekitar pukul 11.00. Namun karena faktor angin dan cuaca, kita baru melaksanakan proses penyelaman di sekitar 14.30 local time," ujar Putu.

Kondisi tersebut membuat waktu pencarian di bawah air menjadi terbatas. Karena itu, tim SAR akan berupaya memulai penyelaman pada pagi hari dengan harapan kondisi laut lebih bersahabat.

Waktu tersebut, ia menilai, berpotensi memberikan kesempatan lebih panjang bagi penyelam. Yaitu, dalam melakukan pencarian korban di sekitar bangkai KM Virgo Transport 8.

"Mudah-mudahan dengan kondisi pagi, air lebih teduh harusnya, kemudian gelombangnya juga tidak terlalu besar. Sehingga proses penyelaman yang dilakukan oleh Basarnas Special Group dan PT Jasalindo itu bisa berjalan dengan lancar," ucap Putu.

Arus Bawah Laut Jadi Kendala

Selain cuaca di permukaan, arus bawah laut juga menjadi tantangan dalam operasi penyelaman. Putu sebelumnya menyebut, arus di lokasi pencarian dapat mencapai lebih dari 2 hingga 3 knot, kondisi yang dinilai berisiko bagi penyelam.

Pada operasi Minggu kemarin, tim penyelam hanya memiliki waktu sekitar 45 menit ketika kondisi air menjadi lebih tenang. Momen singkat tersebut, dimanfaatkan penyelam BSG dan PT Jasalindo untuk masuk ke badan kapal dan berhasil mengevakuasi satu korban.

125 Orang Masih Dalam Pencarian

Berdasarkan data operasi SAR, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang sesuai manifes. Hingga perkembangan terbaru, sebanyak 118 orang telah ditemukan

Yaitu, terdiri dari 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia, sementara 125 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan masih memusatkan pencarian pada bangkai kapal dan area perairan di sekitarnya.

Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan penyelam serta perkembangan cuaca dan arus laut. Selain mengandalkan kemampuan penyelam, Basarnas juga memanfaatkan teknologi remotely operated vehicle (ROV) untuk memperoleh gambaran kondisi bagian dalam kapal.

Hasil pemantauan ROV digunakan sebagai panduan awal bagi penyelam untuk menentukan bagian kapal yang akan disisir. Namun, penggunaan ROV juga menghadapi kendala karena arus bawah laut yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....