Kenali Tanda-tanda Tsunami dan Bagaimana Antisipasinya

  • 20 Sep 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana alam sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
  • Gempa yang kuat atau berlangsung lama di sekitar kawasan pesisir merupakan tanda awal datangnya tsunami.
  • BMKG mengingatkan masyarakat untuk segera menuju tempat tinggi setelah merasakan gempa yang sangat kuat atau berlangsung cukup lama sebagai upaya penyelamatan diri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia kembali dihadapi berbagai bencana alam di beberapa daerah, sehingga kewaspadaan masyarakat terhadap potensi ancaman harus terus ditingkatkan. Salah satu yang perlu kita ketahui adalah tsunami, serta tanda-tanda alam yang muncul sebelum gelombang mencapai kawasan pesisir.

Terjadinya gempa yang kuat atau berlangsung lama di sekitar pesisir bisa menjadi tanda awal datangnya tsunami. Melansir BMKG, masyarakat harus segera menuju tempat tinggi setelah merasakan gempa yang sangat kuat atau berlangsung cukup lama.

Tanda akan datangnya tsunami berikutnya adalah munculnya perubahan pada permukaan laut yang terjadi secara tiba-tiba. Air laut bisa surut jauh hingga dasar laut, karang, dan bahkan membuat ikan terlihat dengan jelas.

Tetapi, tsunami tidak selalu diawali dengan laut yang surut sebab gelombang pertama bisa berupa kenaikan air. Mengutip informasi NOAA, perubahan muka laut yang terjadi secara mendadak, baik naik ataupun turun, bisa menjadi peringatan alami tsunami.

Suara gemuruh keras dari arah laut juga merupakan sebuah pertanda bahwa gelombang tsunami sedang mendekati wilayah pesisir. Suara tersebut menyerupai suara deru pesawat atau kereta yang terdengar dari arah laut.

Tanda selanjutnya adalah air laut bergerak tidak seperti biasanya, seperti arus semakin deras atau gelombang yang tiba-tiba datang. Tsunami bisa terlihat seperti banjir yang bergerak cepat, jadi bukan selalu berupa gelombang tinggi seperti ombak pada umumnya.

Gelombang tsunami umumnya datang dalam rangkaian, sehingga gelombang pertama belum tentu menjadi gelombang terbesar. Oleh karena itu, masyarakat tidak diperbolehkan untuk kembali ke pantai setelah gelombang pertama tsunami berlalu.

Perubahan laut yang disebabkan tsunami muncul dalam bentuk berbeda di setiap wilayah sebab kondisi pantai mempengaruhi bentuk gelombang. Terumbu, teluk, dasar laut, serta kemiringan pantai bisa mempengaruhi tinggi dan kekuatan gelombang tsunami.

Mengetahui tanda-tanda alam sangat penting terutama saat tsunami lokal datang sebelum peringatan resmi sempat diterima masyarakat. Berdasarkan informasi BMKG, tsunami lokal di Indonesia dapat terjadi dalam waktu yang tergolong cepat setelah gempa terjadi.

Jika kamu merasakan gempa kuat atau melihat air laut surut tiba-tiba, masyarakat perlu segera menjauh dari kawasan pantai. Jangan menunggu sirine atau memastikan tinggi gelombang terlebih dahulu saat tanda alam sudah terlihat sangat jelas.

Setelah mencapai lokasi yang aman, masyarakat harus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang setempat. Jangan mencoba kembali ke area pantai sebelum ada pernyataan resmi bahwa keadaan tersebut telah dinyatakan aman. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....