Momen Presiden Prabowo Puji Pimpinan Gontor Tak Banyak Sapa Tamu saat Pidato
- 20 Sep 2026 10:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo memuji KH Hasan Abdullah Sahal atas cara berpidato yang ringkas dengan hanya menggunakan satu sapaan 'yang terhormat'.
- Presiden menilai metode pidato efisien KH Hasan Abdullah Sahal membuat acara berlangsung lebih singkat dan produktif dibanding kebiasaan yang mengulang sapaan berkali-kali.
- Pendekatan KH Hasan Abdullah Sahal dalam berpidato mencerminkan etika komunikasi yang efektif dan menghormati waktu peserta acara.
RRI.CO.ID, Ponorogo - Presiden Prabowo Subianto memuji Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, karena tidak banyak menyapa tamu dengan sebutan “yang terhormat” saat berpidato. Menurut Presiden, cara tersebut membuat sambutan lebih singkat dan acara berlangsung efisien.
Presiden mengatakan KH Hasan Abdullah Sahal hanya menggunakan satu sapaan “yang terhormat” ketika menyampaikan sambutan. Ia mengatakan hal tersebut berbeda dengan kebiasaan dalam sejumlah acara yang mengulang sapaan kepada banyak tamu.
“Jadi hanya yang terhormatnya satu saja. Yang lain yang terhormat, bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin, hadirat, ini sangat efisien,” kata Presiden Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Presiden menilai cara pimpinan Gontor tersebut dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam menyampaikan sambutan. Ia berharap waktu dalam acara resmi tidak banyak digunakan hanya untuk menyebut sapaan kepada para tamu.
“Sebetulnya saya berharap semua institusi, semua acara ya seperti tadi Pak Kiai Haji,” ujarnya. Menurut Presiden, penyebutan “yang terhormat” secara berulang dapat membuat sambutan menjadi panjang.
“Masalahnya ya yang terhormat, yang terhormat, yang terhormat itu panjang sekali. Dan itu memakan waktu cukup banyak,” kata Presiden.
Kepala Negara kemudian mengaku tidak dapat menerapkan pola serupa ketika memberikan sambutan sebagai Presiden Republik Indonesia. Sebab, ia mengatakan posisinya sebagai Presiden juga merupakan jabatan politik sehingga perlu memperhatikan tokoh-tokoh yang hadir.
“Tapi tadi itu pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal beliau adalah panglimanya di sini. Saya ini tamu, jadi saya terpaksa harus menyapa satu-satu,” ujar Presiden.
Presiden bahkan berkelakar bahwa tidak menyebut nama tokoh tertentu dalam sambutannya dapat menimbulkan persoalan. “Jadi kalau nanti ada tokoh yang enggak saya sebut, waduh ini bahaya,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Gontor atas undangan menghadiri peringatan satu abad pondok. Presiden hadir untuk memberikan sambutan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Peringatan satu abad Gontor tersebut dihadiri pimpinan pondok, ulama, santri, alumni, pejabat negara, serta sejumlah tokoh nasional. Perwakilan negara sahabat juga turut hadir dalam acara tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....