Presiden Prabowo Soroti Profesor yang Justru Bela Kepentingan Asing
- 20 Sep 2026 10:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto mengkritik sejumlah profesor yang tidak mampu mengenali ketidakadilan dalam masyarakat.
- Presiden menyebut terdapat profesor yang membela kepentingan pihak asing daripada kepentingan nasional.
- Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden berpidato dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada 19 September 2026.
RRI.CO.ID, Ponorogo - Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejumlah profesor yang menurutnya tidak mampu melihat ketidakadilan. Presiden menyebut terdapat profesor yang justru membela kepentingan pihak asing.
“Aku heran kadang-kadang, profesor tapi enggak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing,” ujar Presiden Prabowo saat berpidato dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Presiden kemudian mengingatkan masyarakat agar memiliki kebebasan berpikir dan tidak mudah dipengaruhi pihak yang dinilainya tidak memiliki niat baik terhadap Indonesia. “Berpikiran bebas, jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita,” ucapnya.
Menurut Presiden, masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan luas agar tidak mudah dibohongi atau dibodohi oleh pihak lain. Ia menilai kualitas pengetahuan penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden menegaskan keinginannya agar tidak ada anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi. Presiden juga menekankan anak-anak Indonesia tidak boleh berangkat sekolah dalam kondisi lapar.
Presiden mengatakan keinginan tersebut merupakan bagian dari mandat yang diterimanya dari rakyat Indonesia. Menurutnya, kekayaan sumber daya yang dimiliki Indonesia seharusnya dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Karena itu saya menerima mandat dari rakyat Indonesia. Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia!” ujarnya.
“Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya. Tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia,” ucap Presiden, menambahkan.
Atas dasar tersebut, Presiden menegaskan keinginannya untuk berjuang menghapus kemiskinan dari Indonesia. Ia juga berharap anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pemimpin yang memiliki pengetahuan luas.
Presiden kemudian menekankan pentingnya pendidikan dan pengetahuan bagi calon pemimpin Indonesia. Menurutnya, pemimpin harus memiliki kemampuan agar tidak mudah dipengaruhi atau dibohongi.
“Berpengetahuan luas, benar, pemimpin Indonesia harus pintar, jangan, jangan dibohongi orang. Jangan dibodohi,” kata Presiden.
Presiden kemudian menghentikan pernyataannya setelah menyadari ada wartawan yang mendengarkan pidatonya. “Nanti kita di... ya udah, ada wartawan saya enggak terusin,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....