Berbeda dari Misi Sebelumnya, Port Visit 2026 Libatkan Lintas Unsur

  • 19 Sep 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Port Visit 2026 menunjukkan ekspansi signifikan dengan melibatkan lintas unsur, berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang hanya internal TNI-AL.
  • Benedictus Hery Murwanto selaku Dansatgas Terpadu menekankan bahwa pelayaran muhibah tahun ini dirancang sebagai misi terpadu dengan berbagai elemen partisipasi.
  • Port Visit 2024 dan 2025 sebelumnya bersifat internal TNI Angkatan Laut, sementara 2026 diperluas untuk melibatkan unsur lintas organisasi dalam satu pelayaran ke Pasifik Selatan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Dansatgas Terpadu Port Visit 2026 Benedictus Hery Murwanto mengatakan, pelaksanaan Port Visit 2026 berbeda dibandingkan dua misi sebelumnya. Menurutnya, perbedaan tersebut terlihat dari keterlibatan lintas unsur dalam pelayaran muhibah menuju kawasan Pasifik Selatan.

Benedictus menjelaskan Port Visit 2024 dan 2025 sebelumnya hanya melibatkan internal TNI Angkatan Laut (TNI-AL). Namun, pelaksanaan tahun ini diperluas dengan melibatkan berbagai unsur dalam satu pelayaran terpadu.

“Ini yang kali ini memang benar-benar spesial. Karena di dua kali melaksanakan Port Visit, itu hanya dilaksanakan melalui internal TNI Angkatan Laut,” Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) tersebut saat wawancara bersama RRI, Sabtu, 19 September 2026.

Ia menyebut Port Visit 2026 kali ini melibatkan tiga matra TNI dalam pelaksanaan pelayaran muhibah tersebut. Selain TNI, Polri serta sejumlah kementerian dan lembaga turut bergabung dalam misi tersebut.

“Namun untuk saat ini, kita benar-benar melaksanakan kegiatan pelayaran muhibah ini secara terpadu, bahkan gabungan terpadu. Terdiri dari tiga angkatan, TNI Angkatan Darat, Laut, Udara,” ucapnya.

Keterlibatan dalam misi tersebut juga diperluas dengan mengikutsertakan dosen dan mahasiswa dari sejumlah daerah. Ia mengatakan, mahasiswa yang berpartisipasi berasal dari Surabaya, Jakarta, Sorong, serta Jayapura dalam pelayaran tersebut.

Dansatgas itu menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi karakteristik berbeda dalam pelaksanaan Port Visit tahun ini. Menurutnya, seluruh unsur tersebut bersama-sama menjalankan misi kemanusiaan dan diplomasi secara terpadu.

“Ini benar-benar suatu hal yang unik. Karena kita melaksanakan misi kemanusiaan diplomasi ini secara gabungan terpadu,” ujar Bene.

Dalam pelaksanaannya, keterlibatan masyarakat sipil juga menjadi tantangan tersendiri karena sebagian belum terbiasa dengan pelayaran laut. Untuk itu, lanjut Bene, satgas menyiapkan berbagai kegiatan, sekaligus edukasi menghadapi gelombang sebelum memasuki Samudra Pasifik.

Sebagai informasi, Satgas Terpadu Port Visit 2026 ini telah diberangkatkan 14 September 2026 dari Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Misi tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar 60 hari hingga 12 November 2026 dengan melibatkan 318 personel gabungan.

Personel tersebut berasal dari tiga matra TNI, Polri, kementerian dan lembaga, ASN, akademisi, relawan, serta jurnalis. Satgas juga menjadwalkan renovasi fasilitas ibadah serta berbagai kegiatan interaksi sosial bersama masyarakat negara mitra.

Misi tersebut menyasar Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini sebagai negara tujuan. Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan kemanusiaan yang menjadi bagian dari diplomasi Indonesia.

Rangkaian kegiatan diplomasi meliputi kunjungan kehormatan, open ship, resepsi diplomatik, pertukaran budaya, serta olahraga bersama. Misi tersebut ditujukan membangun Confidence Building Measure serta memperkuat kerja sama bilateral kawasan Pasifik Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....