Perkuat Kompetensi, Kemendikdasmen Kirim 50 Guru SMK untuk Magang di Jerman

  • 01 Sep 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Jerman.
  • 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Jerman melalui Program Magang Luar Negeri 2026.
  • Program ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi pendidik vokasi agar pembelajaran semakin sesuai dengan kebutuhan industri global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Jerman melalui Program Magang Luar Negeri 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi pendidik vokasi agar pembelajaran semakin sesuai dengan kebutuhan industri global.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Menurutnya, guru berperan sebagai agent of learning sekaligus agent of civilization dalam membentuk kesiapan peserta didik.

"Insyaallah efisiensi anggaran tidak tidak kemudian membuat kita kehilangan kreativitas untuk tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk meningkatkan kualitas para guru sebagai agent of learning," kata Mu'ti dalam acara Pelepasan Guru SMK Program Magang Luar Negeri Tahun 2026, di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh para guru selama magang tidak berhenti pada peserta program. Mereka diminta membagikan pengetahuan dan praktik baik kepada guru serta peserta didik di satuan pendidikan masing-masing.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat kesiapan lulusan SMK memasuki dunia kerja. Penguatan dilakukan melalui peningkatan keterampilan teknis sekaligus kemampuan nonteknis yang dibutuhkan industri.

Pada kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, 50 guru tersebut berasal dari 16 provinsi. Mereka akan menjalani program magang di Jerman bersama Technical University of Dresden dan Festo.

Peserta merupakan guru SMK negeri dan swasta yang terpilih melalui proses seleksi. Mereka berasal dari tiga bidang keahlian, yakni teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan.

Menurutnya, para peserta akan menjadi duta di satuan pendidikan masing-masing setelah kembali ke Indonesia. Mereka bertugas menyebarluaskan ilmu dan pengalaman untuk memperkuat pembelajaran vokasi yang relevan dengan dunia industri.

“Tentu keberangkatan Ibu dan Bapak Guru ke Jerman membawa misi penting, yakni meningkatkan kompetensi, wawasan profesional. Sekaligus pengalaman belajar dan praktik bagaimana di dunia pendidikan dan juga di dunia industri,” ujar Tatang.

Menurut Tatang, praktik baik yang diperoleh selama program diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan di Tanah Air. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....