PJT II Lanjutkan OMC Tahap II Jaga Ketersediaan Air Citarum
- 19 Sep 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Perum Jasa Tirta II (PJT II) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II untuk mengantisipasi dampak musim kemarau. Sekaligus menjaga ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
OMC Tahap II dimulai pada 18 September 2026 di Lanud Husein Sastranegara dan direncanakan berlangsung hingga 22 September 2026. Pelaksanaan operasi setiap hari menyesuaikan hasil pemantauan kondisi awan dan potensi hujan di wilayah Jawa Barat berdasarkan informasi BMKG.
OMC dilakukan dengan mengoptimalkan potensi awan hujan yang tersedia untuk meningkatkan curah hujan di wilayah tangkapan air. Upaya ini diharapkan dapat menambah inflow ke Waduk Kaskade Citarum yang meliputi Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.
“OMC ini penting untuk menjaga ketahanan cadangan air di DAS Citarum agar pelayanan air kepada masyarakat. Yakni di sektor pertanian, industri, maupun kebutuhan energi tetap dapat berlangsung secara optimal di tengah kondisi musim kemarau,” ujar Direktur Utama PJT II Imam Santoso, Sabtu, 19 September 2026.
Berdasarkan analisis BMKG pada Dasarian I September 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan rendah. BMKG juga mencatat fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat dan memprakirakan Pulau Jawa masih berpotensi mengalami curah hujan rendah.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi mengurangi aliran sungai dan inflow ke waduk. Pada 18 September 2026 pukul 07.00 WIB, tinggi muka air Waduk Jatiluhur tercatat 94,32 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Angka tersebut masih berada di atas batas bawah operasi waduk sebesar 87,50 mdpl. Berdasarkan perhitungan pengelolaan waduk, ketersediaan air Jatiluhur masih diproyeksikan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan hingga akhir 2026.
Selain OMC, PJT II melakukan pengaturan operasi waduk, pemantauan neraca air secara berkala, pengaturan distribusi air. Serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga layanan irigasi, air baku masyarakat dan industri, serta kebutuhan energi.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PJT II Anton Mardiyono mengatakan OMC memberikan dampak positif dalam mendukung upaya menjaga ketersediaan air. Khususnya melalui optimalisasi potensi hujan di wilayah tangkapan air.
“Tambahan curah hujan yang dihasilkan diharapkan dapat membantu mempertahankan air masuk ke waduk dan menjaga kondisi tampungan. Sehingga kebutuhan air baku, irigasi, serta pelayanan sumber daya air lainnya tetap dapat terpenuhi selama periode kemarau,” kata Anton.
PJT II juga terus memantau perkembangan cuaca, kondisi hidrologi, tinggi muka air. Seta inflow dan outflow waduk sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....