Pemerintah Tambah SPHP Jagung Pakan 150 Ribu Ton

  • 08 Sep 2026 23:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bulog diminta memperpanjang penyaluran SPHP jagung hingga akhir 2026
  • Realisasi penyaluran SPHP jagung mencapai 143,5 ribu ton hingga 7 September 2026
  • Penyaluran SPHP jagung telah menjangkau peternak di 33 provinsi
  • Pemerintah menambah alokasi SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton
  • Tambahan SPHP jagung ditujukan bagi peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menambah alokasi SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton bagi peternak unggas. Tambahan tersebut ditujukan kepada peternak skala mikro, kecil, dan menengah menghadapi musim paceklik.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan tambahan alokasi tersebut disepakati dalam rapat koordinasi terbatas. Rapat tersebut berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Senin, 7 September 2026.

“Ada tambahan lagi. SPHP jagung 150 ribu ton,” kata Amran di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Amran menegaskan Perum Bulog harus terus melayani peternak unggas yang membutuhkan jagung pakan. Penyaluran dilakukan dengan harga lebih ekonomis untuk membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.

“Menambah dan memperpanjang SPHP jagung pakan. Nah itu Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik,” ucapnya.

Pemerintah juga meminta Bulog memperpanjang penyaluran SPHP jagung hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan jagung pakan selama musim paceklik.

Program SPHP jagung pakan tahap pertama telah berjalan sejak awal Mei 2026. Total kuota penyaluran tahap pertama mencapai 213,2 ribu ton bagi peternak mikro, kecil, dan menengah.

Realisasi penyaluran hingga 7 September 2026 mencapai 143,5 ribu ton. Jumlah tersebut setara 59,5 persen dari total target tahap pertama dan kedua sebanyak 241,2 ribu ton.

Penyaluran SPHP jagung pakan telah menjangkau peternak di 33 provinsi. Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah peternak penerima terbanyak, yakni 3.690 peternak.

Jawa Tengah menyusul dengan 2.017 peternak penerima program SPHP jagung pakan. Penyaluran dilakukan untuk membantu peternak nonkorporasi memperoleh pakan dengan harga terjangkau.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan tambahan SPHP jagung ditujukan bagi peternak unggas nonkorporasi. Pemerintah memastikan peternak skala mikro hingga menengah menjadi sasaran utama program tersebut.

“Bulog punya jagung. Kita minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk meng-supply peternak UMKM. Bukan yang pabrik besar,” ucap Zulkifli.

Harga SPHP jagung ditetapkan Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog. Sementara harga maksimal di tingkat peternak ditetapkan Rp5.500 per kilogram.

Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian. Penyaluran juga mempertimbangkan kondisi panen dan harga jagung di sentra produksi.

Bapanas mencatat harga rata-rata jagung pipilan kering di tingkat peternak mencapai Rp5.922 per kilogram hingga 7 September. Harga tersebut 7,67 persen di atas Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram.

Lampung menjadi provinsi dengan rata-rata harga jagung tertinggi sebesar Rp6.600 per kilogram. Sementara harga terendah tercatat di Sumatera Utara sebesar Rp5.437 per kilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....