Presiden Prabowo dijadwalkan Hadiri Peringatan 1 Abad Pondok Modern Gontor

  • 19 Sep 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peringatan peringatan 1 Abad Pondok Modern Gontor, dihadiri oleh 8.776 tamu undangan
  • Peringatan 1 Abad Pondok Modern Gontor dihadiri Duta Besar
  • Presiden Prabowo Subianto akan memberikan sambutan dihadapan ribuan santri

RRI.CO.ID, Ponorogo- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri peringatan 1 Abad Pondok Modern Gontor, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur. Acara bertajuk 'Repsepsi Kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Berdasarkan pantauan, para santri atau siswa pria berdiri di sepanjang jalan mulai dari gerbang pondok hingga aula tempat berlangsungnya acara. Mereka memegang bendera Merah Putih berukuran kecil, siap menyambut ketibaan Presiden Prabowo.

Para santri baik putra maupun putri juga terlihat di dalam aula menanti kedatangan Presiden Prabowo. Mereka duduk berdasarkan tempat yang telah diatur oleh panitia karena antara tempat duduk siswa laki-laki dan perempuan, ditata secara terpisah.

Santri perempuan, kompak mengenakan jilbab berwarna cokelat, sementara santri laki-laki mengenakan peci berwarna hitam. Adapun pengisi acara, terus mempersiapkan agar acara berlangsung dengan lancar.

Acara diperkirakan dihadiri oleh 8.776 tamu undangan baik santri maupun pihak terkait termasuk pemerintah daerah. Selain itu, ada 15 duta besar dari negara sahabat yang akan hadir dalam acara tersebut.

Dubes tersebut diantaranya Mesir, Kuwait, Palestina, Arab Saudi, Malaysia, serta Wakil Grand Syekh Al-Azhar. Kemudian Qatar, Turki, Sudan, Kuwait, Oman, Yaman, Suriah, dan Palestina beserta perwakilan diplomatik dari Yordania dan Jepang.

Ketua Panitia 100 Tahun Gontor, Prof Hamid Fahmy Zarkasyi berharap dengan kunjungan negara sahabat semakin mempererat tali silaturahim. Memperat tali persaudaraan dan diplomasi pendidikan di kancah internasional.

"Semoga momen ini semakin mempererat tali silaturahim. Memperat ukhuwah Islamiyah, serta diplomasi pendidikan di kancah internasional," kata Prof Hamid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....