Kemenkop Gandeng Muhammadiyah Perkuat Koperasi Berbasis Masjid

  • 19 Sep 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Koperasi menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden untuk memperkuat ekosistem koperasi nasional.
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa fokus kerja sama adalah pemberdayaan koperasi rumah ibadah melalui pengembangan koperasi berbasis masjid.
  • Program ini merupakan bagian dari inisiatif untuk mengembangkan ekosistem koperasi yang lebih kuat dan berkelanjutan di tingkat komunitas religius.

RRI.CO.ID - Jakarta — Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat pemberdayaan serta pengembangan ekosistem koperasi. Salah satu dengan menggandeng Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, kerja sama dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah akan difokuskan pemberdayaan koperasi rumah ibadah. Yang diawali melalui pengembangan koperasi berbasis masjid.

“Kami menyambut baik komitmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk bersama-sama mendorong koperasi berbasis masjid. Agar dapat tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” kata Ferry dalam keterangannya, Sabtu, 19 September 2026.

Menurutnya, pengembangan koperasi berbasis rumah ibadah juga dapat belajar dari pengalaman koperasi di lingkungan pondok pesantren. Yang kini telah berkembang dan menopang kegiatan ekonomi komunitas.

“Kita akan dorong memiliki badan usaha koperasi juga. Diharapkan ini bisa menjadi awal yang baik untuk menorehkan sejarah perkembangan koperasi yang lebih modern dan lebih profesional ke depan,” ujarnya.

Sementara, kerja sama dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan mencakup penyediaan data dan informasi, identifikasi koperasi. Yakni berdasarkan sasaran dan sektor usaha, serta pendampingan dan penguatan kelembagaan koperasi.

Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan juga diharapkan memperkuat koordinasi dengan lembaga keuangan dan pemangku kepentingan. Tujuannya untuk memperluas akses pembiayaan serta merumuskan skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan koperasi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Quantum Akhyar Adi Hidayat mengatakan, kerja sama ini bisa menjadi basis pengembangan koperasi. Terlebih jaringan Majelis Tabligh Muhammadiyah mencakup sekitar 12.000 masjid berbasis komunitas.

“Ada 12.000 masjid di bawah Majelis Tabligh Muhammadiyah, dan seluruh peserta atau jamaahnya itu riil. Jadi orangnya riil, tempatnya ada, sistemnya sudah dibuat,” ujarnya.

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah K.H. Fathurrahman Kamal mengatakan, Muhammadiyah ingin mengembangkan fungsi masjid yang mampu memberikan solusi. Salah satunya solusi terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Ini tentu bagian daripada pemahaman Muhammadiyah dan ideologi Muhammadiyah untuk bekerja sama seluas-luasnya. Termasuk dengan pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat kita,” kata Fathurrahman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....