Presiden Puji Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

  • 19 Sep 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah berhasil swasembada delapan komoditas pangan
  • Pendapatan BUMN meningkat signifikan setelah sebelumnya selalu rugi
  • Presiden Prabowo Subianto bangun ribuan kampung nelayan untuk kesejahteraan nelayan

RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja menteri Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo mengatakan, berbagai keberhasilan dicapai oleh pemerintah hanya dalam waktu dua tahun.

"Saya terima kasih untuk menteri-menteri saya, hebat-hebat. Apa yang kita capai, benar-benar kita capai dan tidak sampai 2 tahun, kita sudah menghasilkan 125 kebijakan luar biasa," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri Acara Puncak Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Presiden Prabowo membeberkan berbagai capaian pemerintah seperti pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk dan produksi pupuk meningkat. Bagi Kepala Negata, ini adalah pertama dalam sejarah, Indonesia dapat menurunkan harga pupuk dan pasokan mencukupi.

Capaian lain adalah pendapatan perusahaan milik negara (BUMN) mengalami peningkatan padahal sebelumnya selalu rugi. Presiden Prabowo mengatakan pendapatan PT Pupuk Indonesia menengalami kenaikan hingga 252 persen, begitupula dengan PT Perkebunan Nusantara.

"PT Pupuk Idonesia naik, BUMN-BUMN yang dulu rugi, sekarang untung. Perkebunan Nusantara naik 54%, Pertamina untungnya naik 86%, PT Pegadaian naik 84%, PT Semen Indonesia naik 400%," katanya.

Presiden Prabowo menyinggung prestasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, dengan pendapatan naik 400 persen. Presiden Prabowo mengatakan untuk pertama kali, Indonesia memiliki badan pengelola investasi yakni Danantara yang bertugas mengonsolidasi dan mengoptimalkan investasi strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertama kali dalam sejarah Indonesia, Danantara kekuatan semua kekayaan negara kita pusatkan, kita konsolidasikan dan penghasilannya dalam 1,5 tahun naik 400%. Danantara adalah kekuatan energi masa depan Indonesia kekayaan kita nilainya lebih dari 1000 triliun dollar Amerika," kata Presiden Prabowo.

Pemerintah juga berhasil membangun 1.000 kilometer irigasi untuk mengairi sawah. Indonesia berhasil swasembada 8 komoditas pangan, hanya dalam waktu 1 tahun.

Pemerintah bersinergi dengan kekuatan TNI/Polri berhasil menghubungkan antar desa dengan menghadirkan 4.000 hingga 5.000 jembatan desa. Pemerintah telah menyalurkan bantuan 228 layar pintar digital ke seluruh sekolah di Tanah Air.

Layar pintar digital sebagai sarana belajar murid di sekolah. Pemerintah akan menambah 300.000 unit layar hingga akhir 2026.

"Tiap sekolah Indonesia termasuk di pesantren akan memiliki ruang empat kelas dengan layar digital. Seingga anak-anak kita akan punya akses terhadap ilmu pengetahuan dari seluruh dunia, bisa diakses oleh setiap sekolah di seluruh Tnah Air kita," katanya.

Presiden Prabowo juga membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI. Nantinya ekspor tiga komoditas seperti Batu bara, kelapa sawit (CPO), dan fero-aloi atau feronikel harus satu pintu melalui DSI yang mulai diberlakukan 1 Januari 2027.

Pemerintah memiliki perhatian terhadap kesejahteraan nelayan dengan membentuk Kampung Nelayan Merah Putih yang telah menyebar 1.300 titik. Pemerintah menargetkan 2.000 kampung nelayan terbentuk pada 2028 dan 5.000 kampung pada 2029.

Kampung nelayan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti gudang pendingin yang dilengkapi fasilitas es untuk menyimpan hasil tangkapan nelayan. Kampung nelayan juga dilengkapi dengan SPBU agar nelayan mudah mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar.

Bahkan Presiden Prabowo ingin ada fasilitas landasan pacu atau runway pesawat terbang sehingga ikan segar dapat diangkut dan dijual ke berbagai negara. Pemerintah menyiapkan 1.500 kapal tangkap ikan berukuran 100 gros ton ke atas yang selanjutnya akan dibagikan kepada nelayan.

"Kalau perlu kita akan bikin lapangan terbang deket kampung nelayan itu supaya ikan yang masih seger bisa diangkut menuju pasar dunia. Kita sudah pesan minimal 1.500 kapal nelayan diatas 100 gross ton, yang lebih kecil akan kita adakan segera untuk disampaikan ke kampung nelayan tersebut," kata Presiden Prabowo.

"Pokoknya para nelayan kita harus diurus karena dia menghasilkan protein untuk banyak Indonesia. Dia (Nelayan) menghasilan protein untuk anak-anak Indonesia," katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....