Presiden Setuju Pendidikan Negeri Gratis, Segera Gelar Ratas
- 19 Sep 2026 00:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto akan menggelar rapat terbatas membahas pendidikan negeri gratis
- Presiden Prabowo Subianto ingin jenjang pendidikan SD hingga perguruan tinggi gratis
- Laporan kepolisian, 95 korporasi terindikasi penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan setuju apabila pendidikan negeri di Indonesia digratiskan. Jenjang pendidikan tersebut mencakup tingkat dasar, sekolah menengah pertama (SMP), hingga perguruan tinggi.
Oleh sebab itu, Presiden Prabowo akan segera menggelar rapat terbatas (Ratas) untuk membahas biaya pendidikan negeri gratis. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 PAN di JCC, Senayan, Jakarta.
"Saya sangat setuju saya akan segera mengadakan ratas pokoknya biaya pendidikan negeri, harus gratis. Biaya pendidikan SD, SMP, SMA dan universitas negeri gratis," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya di JCC, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Presiden Prabowo mengatakan anggaran untuk pendidikan gratis dapat berasal dari uang hasil korupsi yang dikembalikan ke kas negara. Penegasan tersebut sekaligus disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai sumber biaya pendidikan gratis.
"Nanti, akan ada yang bertanya. Darimana uangnya?. Uangnya yang dikorupsi yang dinyolong yang dicuri," katanya menegaskan.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Berdasarkan laporan kepolisian, Presiden mengatakan terdapat 95 korporasi yang terindikasi melanggar dan bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
"Kita sedih tiap kali kebakaran hutan tapi kita menemukan bahwa banyak kebakaran hutan itu diperparah, oleh manusia tertentu. Kapolri melaporkan kepada saya ada 95 korporasi yang indikasinya mereka melanggar mereka ikut bertanggung jawab atas kebakaran-kebakaran itu," katanya.
Presiden Prabowo telah memberi perintah kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut pelaku pembakaran lahan. Ia juga menyatakan akan mencabut perizinan usaha apabila bukti pelanggaran telah kuat.
"Saya sudah kasih petunjuk Kapolri usut terus, jangan ragu-ragu, begitu bukti sudah kuat lapor ke saya, saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu. Saya tidak ragu-ragu karena saya setia kepada UUD 1945 Pasal 33, bumi dan air dan semua kekayaan alam dikuasai negara apalagi yang melanggar," kata Presiden Prabowo menegaskan.
"Sekian puluh tahun laporan palsu, dia kira dia bisa lebih hebat, dari pemerintah NKRI, ayo. Ayo adu kekuatan," ujar Kepala Negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....