Enam Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Diidentifikasi

  • 18 Sep 2026 14:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Enam jenazah korban KM Virgo Transport 8 telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
  • Tim forensik menggunakan ciri medis, fisik, dan sidik jari, serta menyiapkan kontainer pendingin untuk menjaga kondisi jenazah.
  • Posko antemortem telah menghimpun 129 data keluarga sebagai bahan pencocokan untuk mengidentifikasi korban yang belum ditemukan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak enam jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Seluruh jenazah yang teridentifikasi tersebut kemudian dimakamkan keluarga masing-masing setelah proses identifikasi selesai dilakukan tim forensik dengan baik.

Identifikasi enam jenazah dilakukan melalui ciri medis atau fisik serta sidik jari yang membantu mempercepat proses pengenalan korban. Metode tersebut digunakan karena sebagian besar jenazah ditemukan pada hari pertama dan kedua pencarian di perairan Masalembo tersebut.

"Alhamdulillah sampai hari ini ditemukan enam jenazah dan seluruhnya sudah teridentifikasi untuk kemudian diterima keluarga masing-masing. Identifikasi dilakukan dengan ciri medis, fisik, dan sidik jari sehingga proses pengenalan jenazah dapat berlangsung lebih cepat," kata Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol. dr. Much Sofyan dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 18 September 2026.

Memasuki hari kelima pencarian, tim forensik menghadapi tantangan dalam menjaga kondisi jenazah sebelum proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh. Polda menyiapkan ruang serta kontainer pendingin untuk menjaga jenazah dalam kondisi yang memungkinkan selama proses penanganan berlangsung segera.

Kontainer pendingin juga digunakan untuk mengurangi dampak bau jenazah yang berpotensi mengganggu lingkungan masyarakat sekitar lokasi penanganan berlangsung. Dalam proses identifikasi, tim forensik turut berkoordinasi dengan dokter forensik Kalimantan dan organisasi profesi forensik Indonesia secara berkala.

"Kami menyiapkan kontainer pendingin agar jenazah dapat ditempatkan dalam jangka waktu lebih lama selama proses identifikasi berlangsung. Kami juga berkoordinasi dengan dokter forensik Kalimantan serta perkumpulan forensik Indonesia untuk membantu mempercepat proses identifikasi," ujannya.

Selain identifikasi postmortem, posko antemortem juga terus menerima laporan masyarakat mengenai anggota keluarga yang belum ditemukan hingga kini. Posko tersebut melibatkan jajaran kepolisian di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, serta wilayah lainnya langsung.

Pengumpulan data antemortem dilakukan melalui laporan keluarga untuk membantu pencocokan dengan data jenazah yang ditemukan tim pencarian langsung. Hingga pemeriksaan terakhir, posko antemortem telah mengumpulkan sebanyak 129 data dari keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka.

Data tersebut menjadi bahan pencocokan tim forensik untuk mempercepat identifikasi serta memastikan jenazah segera diserahkan kepada keluarga masing-masing. "Alhamdulillah, berkat partisipasi masyarakat, posko antemortem sudah mengumpulkan 129 data untuk membantu proses identifikasi korban," katannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....