Bahlil Sebut Ideal Ambang Batas Parlemen Lima Persen

  • 18 Sep 2026 09:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Golkar setuju lima persen untuk parliamentary threshold
  • Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadali menilai angka lima persen untuk parliamentary threshold adalah angka yang ideal
  • Partai politik beragam sikap dalam besaran parliamentary threshold

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai angka lima persen adalah ideal untuk ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Bahlil mengungkap berdasarkan komunikasi dengan berbagai partai, beragam usulan untuk parliamentary threshold.

"Kalau parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga. Tapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocok lah ya," kata Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 18 September 2026.

Bahlil enggan menjawab ketika awak media mengkonfirmasi apakah ada pertemuan ketum parpol pendukung pemerintah terkait parliamentary threshold. Bahlil hanya tersenyum dan meninggalkan awak media.

"Cukup, cukup ya. Nanti lagi ya," katanya dengan tergesa-gesa.

Sebelumnya, partai pendukung utama pemerintah, Gerindra mendukung parliamentary threshold lima persen dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Sugiono menyebut partai lain seperti Golkar juga setuju dengan angka lima persen.

"Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan, dan saya kira itu yang kita sepakati," kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu, 16 September 2026.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) menolak parliamentary threshold diatas empat persen karena khawatir akan memperbesar jumlah suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan sikap PAN menolak kenaikan parliamentary threshold diatas empat persen, bukan karena khawatir tidak lolos ke parlemen pada pemilu 2029.

"PAN keberatan jika parliamentary threshold diatas empat persen. Sikap PAN bukan karena khawatir tidak lolos mendapatkan kursi DPR RI, karena sejak Pemilu 1999 sampai 2024 PAN terbukti selalu lolos ke Senayan," katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....