PERHAPI Beberkan Alasan Tambang Ilegal Sulit Diberantas

  • 18 Sep 2026 10:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertambangan tanpa izin tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan jumlah titik yang cukup banyak.
  • Kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu alasan aktivitas tambang ilegal terus berlangsung.
  • Rizal Kasli menyebut dugaan keberadaan cukong dan pihak pendukung menjadi salah satu kendala penindakan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Rizal Kasli mengatakan pertambangan tanpa izin (PETI) tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, jumlah titik tambang ilegal cukup banyak sehingga pemerintah menghadapi tantangan dalam melakukan pengawasan secara menyeluruh bersama.

Ia menilai aktivitas pertambangan ilegal telah berlangsung cukup lama dan menjadi persoalan yang belum menemukan solusi hingga kini. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi alasan ekonomi serta lemahnya penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin di berbagai daerah

"Pertambangan PETI memang tersebar di seluruh Indonesia, titiknya cukup banyak dan kita tidak bisa mengatakan jumlah produksinya perbulan. Kita tidak bisa mengatakan berapa ton yang dihasilkan perbulan, karena memang data produksinya sampai sekarang tidak ada," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 18 Desember 2026.

Data mengenai produksi emas dari tambang ilegal, menurutnya, belum tersedia sehingga hasil pengerukan tidak dapat dipastikan secara akurat. Ia mengaku kerap berdiskusi dengan aparat penegak hukum mengenai persoalan tambang ilegal, namun penyelesaiannya masih menghadapi berbagai kendala.

Ia menyebut faktor ekonomi menjadi salah satu alasan masyarakat tetap menjalankan pertambangan ilegal untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain faktor ekonomi, ia menyoroti dugaan keberadaan cukong dan pihak yang disebut menjadi pendukung aktivitas tambang ilegal tersebut.

"Yang pertama, alasannya ekonomi. Nah, kemudian yang kedua, penegakan hukum, jadi ini banyak kita lihat dan kita dengar. Sama-sama itu ada backing-nya, ada cukongnya juga begitu, sehingga penanganan tambang ilegal menjadi sangat sulit dilakukan," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pihak pendukung itu turut membuat penindakan terhadap tambang ilegal menjadi persoalan yang sulit ditindaklanjuti aparat. Ia menegaskan penanganan tambang ilegal membutuhkan penegakan hukum yang konsisten sekaligus perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....