Fahira: LRT Kelapa Gading-Manggarai Tonggak Penguatan Transportasi Jakarta
- 17 Sep 2026 20:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fahira Idris menyambut positif peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto.
- Beroperasinya LRT dengan 11 stasiun tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan transportasi publik terintegrasi Jakarta menuju kota global.
- Aktivitas ekonomi di sekitar stasiun juga disebut berpotensi menggerakkan UMKM, kuliner, ritel, dan sektor jasa sekaligus membuka peluang kerja baru.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI asal DKI Jakarta Fahira Idris menyambut positif peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Fahira, beroperasinya LRT sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan transportasi publik terintegrasi sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.
"Transportasi publik adalah salah satu fondasi utama kota global. LRT Kelapa Gading-Manggarai memperkuat konektivitas utara, timur, hingga pusat Jakarta dan memberikan pilihan perjalanan yang semakin cepat, nyaman, dan terprediksi bagi warga," ujar Fahira dalam keterangannya, Kamis 17 September 2026.
Fahira mengapresiasi Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian LRT Jakarta. Ia menilai kehadiran jalur tersebut bukan sekadar menambah moda transportasi, tetapi juga memperkuat ekosistem mobilitas masyarakat.
Fahira menyebut sedikitnya ada lima dampak penting dari beroperasinya LRT Kelapa Gading-Manggarai. Pertama, memperkuat integrasi antarmoda dengan menjadikan Manggarai sebagai salah satu simpul mobilitas strategis.
Kawasan tersebut telah terhubung dengan KRL Commuter Line, Transjakarta, dan kereta bandara. Menurut Fahira, integrasi antarmoda harus diikuti perpindahan yang nyaman dan aman, informasi perjalanan yang jelas, serta sistem pembayaran yang semakin terintegrasi.
Kedua, LRT berpotensi memangkas waktu perjalanan dan meningkatkan produktivitas warga. Perjalanan Kelapa Gading-Manggarai dapat ditempuh sekitar 28 menit.
"Di kota besar, waktu adalah bagian dari kualitas hidup. Semakin banyak warga yang dapat berpindah dengan cepat dan pasti, semakin sedikit waktu yang hilang di jalan dan semakin besar manfaatnya bagi produktivitas maupun kehidupan keluarga," katanya.
Ketiga, LRT diharapkan mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Dengan target sekitar 80 ribu penumpang per hari, Fahira menilai potensi tersebut dapat diwujudkan apabila LRT didukung layanan yang andal, tarif terjangkau, frekuensi perjalanan yang baik, serta koneksi first mile dan last mile yang mudah.
Peralihan ke transportasi publik, lanjut dia, juga dapat berdampak pada pengurangan kemacetan, konsumsi bahan bakar, dan emisi kendaraan. Keempat, keberadaan LRT dinilai dapat mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar stasiun.
Fahira mengatakan jaringan LRT membuka peluang pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit-Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan hunian, pusat usaha, ruang publik, layanan sosial, dan transportasi. Aktivitas ekonomi di sekitar stasiun juga berpotensi menggerakkan UMKM, kuliner, ritel, dan sektor jasa sekaligus membuka peluang kerja baru.
"Pengembangan kawasan harus memberikan ruang yang cukup bagi ekonomi warga agar manfaat peningkatan nilai kawasan tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar," ujarnya. Kelima, LRT disebut memperkuat fondasi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan terkoneksi.
Fahira menilai kualitas transportasi publik menjadi salah satu indikator penting kota layak huni. Karena itu, jaringan transportasi massal harus luas, terintegrasi, terjangkau, serta ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan, anak, dan seluruh kelompok masyarakat.
Ia berharap peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi pijakan untuk memperluas jaringan transportasi massal sehingga semakin banyak kawasan permukiman, ekonomi, pendidikan, dan ruang publik yang terhubung.
Fahira juga meminta fase operasional LRT terus dievaluasi berdasarkan pengalaman penumpang. Sejumlah aspek seperti ketepatan waktu, waktu tunggu, integrasi feeder, keamanan, kenyamanan, akses bagi penyandang disabilitas, hingga keterjangkauan tarif dinilai perlu menjadi indikator pelayanan.
"Jakarta menuju lima abad membutuhkan sistem transportasi yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan benar-benar memudahkan kehidupan warga. Semakin kuat jaringan transportasi publik, semakin kuat pula daya saing, produktivitas, dan kualitas hidup Jakarta," ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan LRT Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut diharapkan semakin memperkuat layanan transportasi publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....