Wapres Kunjungi Anak-Anak Korban Keracunan MBG di Kabupaten Karo
- 12 Sep 2026 01:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi anak-anak korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara pada 11 September 2026.
- Kunjungan dilakukan ke dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi, untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
- Wapres menekankan bahwa kesehatan anak adalah prioritas agar mereka dapat kembali beraktivitas, menuntut ilmu, dan mengejar cita-cita dengan baik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi anak-anak yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Ia mengunjungi anak-anak yang sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi, Jumat, 11 September 2026.
Kehadiran Wapres menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan anak sekaligus memastikan proses pemulihan mereka berjalan cepat dan optimal. Bagi Wapres, kesehatan anak merupakan hal penting agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas, menuntut ilmu, dan mengejar cita-cita.
“Saya hadir di sini, kemarin saya dari Kalimantan baru mendarat tengah malam, karena saya sangat menyadari kesehatan anak-anak sangat penting. Dan saya akan berusaha semaksimal mungkin agar penanganan anak-anak bisa maksimal sehingga anak-anak bisa kembali pulih,” kata Wapres.
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, program MBG terus dievaluasi dan disempurnakan. Hal ini agar pelaksanaannya semakin baik dan sesuai harapan masyarakat.
“Hal ini sedang dievaluasi oleh Kepala BGN (Badan Gizi Nasional). Tapi semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut,” ujar Wapres.
“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya. Dalam kunjungan ini, Wapres memastikan kondisi mereka mendapat perhatian dan penanganan yang diperlukan.
Wapres juga membuka opsi rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk mendukung proses pemulihan, Wapres membawa dokter pribadinya untuk turut memeriksa pasien sekaligus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
“Ini saya kesini membawa dokter pribadi saya. Saya minta dokter saya tinggal di sini dulu, untuk mengkoordinasikan sekiranya ada anak-anak yang butuh penanganan lebih intens di Jakarta,” kata Wapres.
Sebelum meninggalkan RS, Wapres juga menyerap aspirasi warga secara langsung di lobi rumah sakit. Ia mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan, mulai dari kebutuhan obat hingga cerita seorang Ibu yang anaknya mengalami keracunan makanan.
“Anak saya dirawat tanggal 13 [Agustus] pulang 16 [Agustus], sekarang kelas 3 [SMA] tahun depan sudah kuliah. Sekarang masih suka mual, masih suka kambuh-kambuh,” kata sang Ibu.
Menanggapi hal tersebut, Wapres memastikan keluhan dan kebutuhan yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti. Termasuk kebutuhan obat maupun rujukan bagi pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Keluhannya apa, butuh obat apa, atau butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, sedang kami penuhi semua sesuai izin dari orang tua. Kami pastikan anak-anak bisa sehat dan bersekolah kembali,” ujar Wapres.
Kepedulian Wapres tersebut juga dirasakan oleh keluarga pasien. Fitriani, orang tua salah satu pasien bernama Agnesia Paruliana br Silitonga, menyambut baik inisiatif Wapres.
Ia mendukung pilihan rujukan agar putrinya dapat memperoleh penanganan medis yang lebih komprehensif. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu Agnes segera pulih sehingga dapat kembali bersekolah, menuntut ilmu, dan menggapai cita-citanya.
“Kata Bapak [Wapres], kalau mau dirujuk, boleh ke Medan, boleh ke Jakartan jadi kami tadi sudah bicara sama ayahnya [Agnes] juga, sama anak juga, kami ke Jakarta," kata Fitriana yang anaknya sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham
"Biar lebih mendapatkan obat yang terbaik, dan jaminan kesehatan yang terbaik juga. Dan para dokter yang terbaik juga di sana,” ujarnya.
Hal yang sama juga dilakukan terhadap Febiona Purba, yang saat ini tengah menjalani perawatan di RSU Amanda Berastagi. Untuk memberikan penanganan yang lebih optimal sesuai kondisi medisnya, proses rujukan Febiona ke Jakarta juga tengah dipersiapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....