Anggaran BGN 2027 setelah Efisiensi Menjadi Rp240,52 Triliun
- 17 Sep 2026 15:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pagu anggaran BGN 2027 ditetapkan Rp240,52 triliun setelah efisiensi sekitar Rp30 triliun.
- Rp232,88 triliun atau 96,90 persen dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional.
- Sudaryono menyatakan BGN memastikan penggunaan anggaran 2027 efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi hasil.
RRI.CO.ID, Jakarta - BGN menetapkan pagu anggaran tahun 2027 sebesar Rp240,52 triliun. Angka ini disampaikan Kepala BGN, Sudaryono, setelah mengalami penyesuaian dari pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp270 triliun.
Sudaryono mengatakan, penyesuaian tersebut merupakan hasil efisiensi anggaran sebesar sekitar Rp30 triliun. Meski mengalami penyesuaian pagu, BGN memastikan aktivitas program tetap dijaga, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
“Hasil akhir pagu anggaran BGN tahun 2027 menjadi sebesar Rp240,520 triliun. Angka inilah yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan kami yang kami sampaikan pada rapat ini,” ujarnya dalam Rapat bersama Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Sudaryono menjelaskan, dari total anggaran Rp240,52 triliun, sebesar Rp232,88 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional. Angka ini diperkirakan sekitar 96,90 persen dari keseluruhan anggaran.
Sementara, sekitar Rp7,33 triliun atau sekitar tiga persen dialokasikan untuk dukungan manajemen. Ia menegaskan penggunaan anggaran BGN 2027 akan diarahkan agar efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Adapun, program MBG tidak langsung diperluas ke seluruh wilayah secara serentak. BGN terlebih dahulu melakukan pembinaan dan memastikan kesiapan layanan sebelum program dijalankan.
Sudaryono menyebut wilayah 3T, pesantren, serta daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi menjadi bagian dari prioritas. Setelah wilayah yang paling membutuhkan terpenuhi, layanan akan diperluas ke daerah lainnya, termasuk di Pulau Jawa.
“Dari wilayah-wilayah terluar, kemudian ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan, termasuk di Pulau Jawa. Kita mulai tahapnya dari yang paling membutuhkan lebih dahulu,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....