Presiden: URI Disiapkan untuk Perbaiki SDM Pemerintahan

  • 17 Sep 2026 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai respons terhadap persoalan kualitas sumber daya manusia di berbagai institusi pemerintahan.
  • Pembenahan institusi negara tidak dapat hanya dilakukan melalui perubahan struktur organisasi, melainkan memerlukan perbaikan menyeluruh dalam proses rekrutmen, evaluasi, pembinaan, dan persiapan SDM.
  • Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bekerja dalam institusi pemerintahan melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI). Presiden menyebut URI dibentuk karena persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai institusi pemerintahan.

Presiden mengatakan pembenahan institusi negara tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan struktur organisasi. Pemerintah juga perlu memperbaiki proses rekrutmen, evaluasi, pembinaan, dan persiapan SDM yang bekerja di dalam institusi pemerintahan.

“Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, itu tantangan kita, harus kita perbaiki,” kata Presiden dalam program Presiden Prabowo Menjawab wawancara dengan para pemimpin redaksi media di Hambalang, Bogor, Rabu, 16 September 2026.

Presiden mengatakan URI menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kualitas SDM pemerintahan. Lembaga tersebut dirancang sebagai tempat menyiapkan calon pemimpin dan administrator negara berdasarkan kemampuan serta sistem merit.

“Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia,” ujarnya.

Presiden menjelaskan URI nantinya memiliki sejumlah lembaga yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan. Salah satunya ialah Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang direncanakan diperbarui dan ditempatkan dalam ekosistem URI.

“URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI,” kata Presiden.

Kepala Negara menilai LAN pada awal pembentukannya memiliki tujuan untuk menyiapkan administrator negara yang kompeten. Namun, menurutnya, fungsi tersebut dalam perkembangannya cenderung bergeser menjadi formalitas dalam perjalanan karier birokrasi.

“Dulu Bung Karno juga sudah mau mengacu ke situ, jadi dibentuklah LAN, tapi lama-lama LAN pun juga jadi formalitas. Ini saya mau perbaiki dan ini sudah kita lakukan,” ujarnya.

Presiden mengatakan pengembangan URI mengacu pada model pendidikan administrator publik di Prancis melalui École Nationale d’Administration (ENA). Menurutnya, proses pendidikan tersebut perlu didukung seleksi yang ketat dan sistem merit.

“Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ, jadi ini salah satu upaya kita,” katanya.

Pembentukan URI, kata Presiden, diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme aparatur negara. Pemerintah juga ingin memastikan pejabat yang mengisi institusi negara memiliki kompetensi dan dapat dievaluasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....