Hari ke-10, Pencarian 5 Jurnalis KM Arupadhatu 1 Diperluas
- 17 Sep 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Basarnas memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda memasuki hari ke-10 operasi.
- Area pencarian diperluas menjadi seluas 8.509 mil laut persegi yang dibagi menjadi 10 sektor berdasarkan hasil prediksi SARMEP (Search and Rescue Model Error Predicted).
- Perluasan area pencarian dilakukan untuk memperkirakan kemungkinan pergeseran posisi kapal dan penumpang yang masih dicari sesuai dengan analisis teknis Basarnas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas memperluas area pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda. Memasuki hari ke-10, pencarian mencakup area seluas 8.509 mil laut persegi yang dibagi menjadi 10 sektor.
Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan perluasan dilakukan berdasarkan hasil prediksi pencarian atau SARMEP. Prediksi tersebut digunakan untuk memperkirakan kemungkinan pergeseran posisi kapal dan penumpang yang masih dicari.
“Untuk fokus di area pencarian kami memang menyesuaikan hasil dari SARMEP yang kami buat. Dari 10 sektor itu ada kemungkinan kapal beserta penumpang yang kita cari akan bergeser,” ujar Rizky dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis, 17 September 2026.
Dalam pencarian tersebut, Basarnas mengerahkan 24 kapal dari sejumlah unsur. Armada itu terdiri atas delapan kapal TNI Angkatan Laut, delapan kapal Polairud, tujuh kapal Basarnas, dan satu kapal KPLP.
Selain memperluas wilayah melalui pencarian laut, Basarnas menambah pencarian visual dari udara. Helikopter Dauphin HR 3604 milik Basarnas dikerahkan untuk mendukung pencarian pada hari ke-10.
“Untuk hari ini itu kita penambahan untuk pencarian visual udara menggunakan helikopter. Strategi pencarian dari H1 sampai H10 tetap sama, hanya hari ini ada penambahan pencarian visual udara,” katanya.
Perluasan pencarian juga melibatkan Kantor SAR Bengkulu. Dua armada, yakni KN 213 dan satu unit RIB, turut digerakkan untuk mendukung operasi pencarian.
Basarnas menyatakan seluruh area yang masuk dalam prediksi SARMEP telah dilakukan penyisiran. Namun, hingga hari ke-10 belum ditemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan KM Arupadhatu 1 maupun penumpangnya.
Sejumlah barang yang ditemukan selama operasi juga telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk proses identifikasi. Hasil identifikasi menyatakan barang-barang tersebut bukan barang yang berada di kapal yang sedang dicari.
Kondisi cuaca turut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pencarian di wilayah yang diperluas. Berdasarkan informasi BMKG, cuaca berawan dengan kecepatan angin 10 hingga 20 knot dan tinggi gelombang 0,5 hingga 3,5 meter.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga terus dipantau oleh tim SAR gabungan. Basarnas berkoordinasi dengan PVMBG karena status Gunung Anak Krakatau masih berada pada level tiga atau siaga.
“Untuk aktivitas Gunung Anak Krakatau kami setiap harinya selalu mengupdate dan berkomunikasi dengan rekan-rekan PVMBG. Status Anak Gunung Krakatau adalah level tiga siaga dan sampai saat ini erupsi tidak terjadi,” ujar Rizky.
Setelah masa pencarian diperpanjang, Basarnas akan melakukan evaluasi bersama pemangku kepentingan terkait. Evaluasi melibatkan tim pencarian, keluarga, dan pemerintah daerah untuk menentukan kelanjutan operasi.
Jika operasi dihentikan, Basarnas tetap melakukan pemantauan di wilayah sekitar Selat Sunda. Pemantauan mencakup wilayah pesisir Carita, Anyer, Ujung Kulon hingga Panaitan.
“Kami akan melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait di sekitar pesisir Carita, Anyer, Ujung Kulon sampai Panaitan. Jika ada yang melihat ataupun menemukan kapal yang kami cari, informasi akan dilaporkan ke Kantor SAR Banten,” katanya.
Basarnas juga akan berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service atau VTS untuk menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda. Informasi mengenai tanda-tanda keberadaan kapal dapat diteruskan kepada Kantor SAR Banten untuk ditindaklanjuti.
Rizky berharap dukungan dan doa masyarakat terus diberikan kepada seluruh tim SAR gabungan. Tim masih berupaya menemukan keberadaan KM Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....