Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil, Cuaca Jadi Kendala

  • 15 Sep 2026 15:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 telah memasuki hari kedelapan operasi pencarian dan penyelamatan di perairan Selat Sunda.
  • Tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi lima sektor dengan luas total sekitar 3.962 mil laut persegi untuk meningkatkan efisiensi operasi.
  • Sekjen Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat Galih Pradipta memimpin koordinasi pencarian dengan strategi pembagian area yang terstruktur.

RRI.CO.ID, Jakarta — Pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 memasuki hari kedelapan. Tim SAR gabungan masih menyisir perairan Selat Sunda untuk menemukan para korban.

Sekjen Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Galih Pradipta, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi area menjadi lima sektor. Luas area pencarian mencapai sekitar 3.962 mil laut persegi.

Menurut Galih, lebih dari 400 personel masih terlibat dalam operasi pencarian. Unsur pencarian berasal dari Basarnas, TNI AL, Polairud, relawan, hingga nelayan.

“Pencarian ke-8, hari ini tim SAR gabungan sudah melakukan penyisiran ke lima sektor pencarian laut. Total luas area itu sekitar 3.962 mil laut persegi,” ujar Galih saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Galih mengatakan kondisi laut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Ombak cukup kuat, angin kencang, dan kabut membuat jarak pandang terbatas.

Ia menceritakan kondisi tersebut setelah mengikuti penyisiran menggunakan KN SAR Antasena. Menurutnya, kondisi cuaca menyulitkan tim untuk melakukan pencarian secara visual.

“Jadi lumayan agak sulit dan karena ada kabut, jarak pandang kita itu agak terbatas. Ombaknya lumayan agak kuat dan anginnya cukup kencang,” katanya.

Tim SAR juga masih memeriksa berbagai informasi mengenai benda atau sinyal yang diduga berkaitan dengan rombongan. Namun, hingga saat ini belum ada temuan yang dapat memastikan keberadaan mereka.

Galih mengatakan terpal berwarna oranye yang sempat ditemukan tidak berkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1. Informasi tersebut telah dikonfirmasi dalam proses pencarian sebelumnya.

Sinyal yang sempat terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi juga belum memberikan hasil. Tim SAR dan nelayan telah mendatangi lokasi tersebut, tetapi tidak menemukan keberadaan korban.

“Jadi ketika kita dapat informasi ada sinyal di Pulau Sebesi, langsung kita kejar ke sana. Tapi ternyata nihil juga,” ucapnya.

Pencarian juga diperkuat dengan berbagai peralatan, termasuk kapal, helikopter, dan drone thermal. Tim SAR terus memperluas penyisiran untuk meningkatkan peluang menemukan rombongan.

Operasi pencarian kemudian diperpanjang selama tiga hari setelah evaluasi hari ketujuh. Pencarian dijadwalkan berlanjut hingga Kamis, 17 September 2026.

Solidaritas dari komunitas pers juga terus diberikan kepada para jurnalis yang masih dalam pencarian. PFI dan sejumlah komunitas pers menggelar doa bersama untuk mendoakan keselamatan para korban. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....