Pemprov DKI Usulkan Danantara Dukung Pendanaan Pembangunan LRT Jakarta

  • 17 Sep 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pramono Anung meminta dukungan Danantara untuk membiayai pengembangan lanjutan LRT Jakarta saat berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto.
  • Perpanjangan LRT Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan Rp2,7 triliun, dengan pembangunan ditargetkan mulai pada 2027 dan selesai 2029.
  • LRT Jakarta direncanakan terhubung dengan JIS dan Stasiun Whoosh Halim, sebagai bagian dari pengembangan jaringan transportasi terintegrasi Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ikut mendanai proyek LRT Jakarta. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Pramono kepada Presiden Prabowo Subianto.

Momen itu terjadi saat Presiden Prabowo dan Pramono menjajal LRT Jakarta dari Kelapa Gading menuju Manggarai. Dalam perjalanan, keduanya berbincang mengenai kelanjutan pengembangan LRT Jakarta.

Di tengah perbincangan, ia meminta dukungan Prabowo agar Danantara ikut mendanai pengembangan LRT Jakarta berikutnya. Ia menjelaskan bahwa selama ini proyek tersebut hanya didanai oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

"Nah kalo bapak izinkan sebenarnya tinggal dibantu sedikit dengan Danantara. Selama ini Jakarta sendiri pak," ucap Pramono kepada Prabowo, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 16 September 2026.

Sebagai informasi, proyek perpanjangan LRT Jakarta menuju manggarai telah selesai dan diresmikan Presiden Prabowo. Jalur yang sebelumnya dimulai dari Kelapa Gading dan berakhir di Velodrome, Jakarta Timur, kini diperpanjang hingga Stasiun Manggarai.

Proyek ini memiliki panjang 12,2 kilometer dengan nilai investasi Rp 12,1 triliun. Namun, moda transportasi umum tersebut direncanakan kembali diperpanjang menuju Dukuh Atas dengan target rampung pada 2029.

Ia menyebut perpanjangan jalur menuju Dukuh Atas membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,7 triliun. Pengerjaannya ditargetkan mulai dilakukan pada awal 2027.

"Untuk dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas Rp 2,7 triliun yang kita akan mulai di tahun 2027. Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara," katanya, menerangkan.

Tak hanya itu, LRT Jakarta ditargetkan terkoneksi dengan Jakarta International Stadium (JIS) dan kawasan stasiun Kereta Cepat Whoosh. Pengembangannya adalah dari Kelapa Gading menuju JIS, sementara dari Velodrome akan disambungkan ke Stasiun Whoosh di Halim.

"Tetapi yang saya bahagia dan saya happy adalah sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Kita akan lanjutkan sampai dengan JIS dari Kelapa Gading ke JIS, dari Velodrome ke Whoosh," ujarnya.

LRT Jakarta saat melewati 11 stasiun, yaitu:

- Stasiun Kelapa Gading

- Stasiun Boulevard Utara

- Stasiun Boulevard Selatan

- Stasiun Pulomas

- Stasiun Equestrian

- Stasiun Velodrome

- Stasiun Rawamangun

- Stasiun Pramuka

- Stasiun Matraman

- Stasiun Proklamasi

- Stasiun Manggarai

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....