Koordinasi Ekonomi Diperkuat, Isu 'Reshuffle' Ditepis Pemerintah
- 06 Jun 2026 22:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bantah isu reshuffle Kabinet Merah Putih
- Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo rapat dengan DPR ditengah isu pencopotan
- Pemerintah perkuat koordinasi untuk jaga stabilitas rupiah
RRI.CO.ID, Jakarta - Istana kembali membantah isu reshuffle atau perombakan kabinet yang menyeret sejumlah pejabat ekonomi pemerintah. Kabar pergantian pejabat disebut tidak memiliki dasar dan tidak direncanakan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan rumor pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan tidak benar. Ia juga membantah kabar pergantian Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi di DPR RI. Pertemuan dihadiri Purbaya, Perry, dan sejumlah pejabat pemerintah.
"Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar. Rumor itu tidak ada dan rencana itu tidak ada," kata Mensesneg kepada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Isu reshuffle mencuat setelah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Perbincangan tersebut ramai berkembang di media sosial beberapa waktu terakhir.
Prasetyo mengatakan, pemerintah justru fokus memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Intensitas koordinasi harus diperkuat dan kerja sama harus dipererat. Itu menjadi tindak lanjut menghadapi situasi saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan rapat membahas perkembangan ekonomi terkini. Fokus pembahasan mencakup nilai tukar rupiah dan pergerakan IHSG.
"Koordinasi fiskal dan moneter harus saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Hasil pertemuan menghasilkan beberapa kesepakatan," kata Dasco.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....