Libatkan Hong Kong dan AS, Apa Itu Operasi 'Salvage' Basarnas? Ini Penjelasannya
- 17 Sep 2026 10:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Basarnas menyiapkan, operasi 'salvage' untuk memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
- Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, operasi salvage melibatkan tenaga ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
- Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi
RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas menyiapkan, operasi 'salvage' untuk memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Langkah tersebut disiapkan, setelah kondisi cuaca menjadi salah satu kendala bagi tim untuk melakukan pencarian langsung di bawah air.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, operasi salvage melibatkan tenaga ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat. Tim tersebut, nantinya melakukan observasi serta asesmen terhadap kondisi kapal sebelum menentukan metode, peralatan, dan kebutuhan pendukung.
"Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi," kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat KM Virgo Transport 8 seperti dilansir Antara, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis, 17 September 2026.
Hasil observasi tersebut, ia mengatakan, menjadi dasar rapat koordinasi untuk menentukan metode penanganan bangkai kapal. Kebutuhan peralatan, nantinya dapat dipenuhi dari Surabaya, wilayah Kalimantan, maupun daerah lain sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.
Penjelasan Proses 'Salvage'
Salvage merupakan rangkaian tindakan menangani kapal mengalami kecelakaan, termasuk kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat. Prosesnya, mencakup pengamanan kapal, pembalikan posisi kapal, membuka akses bagian tertentu, pencarian dan evakuasi korban, hingga pemindahan kapal.
Basarnas menyiapkan opsi tersebut, apabila kondisi cuaca membuat pencarian bawah air belum memungkinkan. Salah satu skenario sedang dipertimbangkan, menggunakan balon untuk membantu membalikkan posisi KM Virgo Transport 8.
Melalui metode tersebut, tim diharapkan dapat melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih berada di dalam kapal. Setelah proses pencarian dan pertolongan dinilai selesai, bangkai kapal selanjutnya dapat ditarik untuk kepentingan penyelidikan dan investigasi.
"Durasi operasi salvage diperkirakan sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana. Namun, waktu pengerjaan dapat bertambah apabila tim menghadapi kendala teknis, kondisi kapal yang tidak sesuai perkiraan, atau faktor lain di lokasi," ucap Syafii.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang.
Kapal tersebut, mengalami cuaca buruk dan kemudian hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik. Yakni, di perairan Masalembo pada 13 September 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.
Hingga Rabu, 16 September 2026, pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat sebanyak 114 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil diselamatkan dan enam orang dinyatakan meninggal dunia.
Dengan jumlah manifes sebanyak 243 orang, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan dengan berbagai unsur SAR, sementara operasi salvage dipersiapkan sebagai opsi membuka akses ke bagian kapal yang sulit dijangkau.
Di sisi lain, kondisi bangkai KM Virgo Transport 8 juga menjadi perhatian tim SAR. Karena, kapal telah berada di bawah permukaan air dan kembali mengalami pergeseran sekitar 450 meter.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan tim ahli sebelum menentukan metode salvage yang akan digunakan. Basarnas memastikan pelaksanaan salvage akan menunggu hasil observasi dan asesmen tim ahli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....