Bangkai KM Virgo Bergeser 1,6 Mil, Basarnas Sesuaikan Pencarian

  • 15 Sep 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Balikpapan - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap perkembangan terbaru pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Bangkai kapal yang terbalik dan tenggelam kini berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, posisi bangkai kapal bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat dari titik awal tenggelam. Berdasarkan pemantauan tim SAR, kapal masih berada dalam kondisi terbalik.

“Posisi atau datum kapal bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat. Kondisi kapal masih dalam posisi terbalik,” kata Syafii dalam keterangannya, Selasa, 15 September 2026.

Pergeseran bangkai kapal menjadi salah satu tantangan dalam operasi pencarian korban. Tim SAR harus terus memperbarui titik pencarian agar area operasi menyesuaikan posisi terbaru bangkai kapal.

Basarnas juga mengkaji sejumlah opsi penanganan bangkai kapal, termasuk kemungkinan menarik kapal ke perairan yang lebih dangkal. Namun, langkah tersebut masih mempertimbangkan kondisi kapal dan keselamatan personel yang terlibat.

“Penanganan bangkai kapal masih dalam kajian. Kami harus memperhitungkan kondisi kapal serta keselamatan personel di lapangan,” ujar Syafii.

Selain opsi penarikan, Basarnas mempertimbangkan kemungkinan membiarkan bangkai kapal tetap berada di dasar laut jika kondisinya dinilai stabil. Masukan dari TNI Angkatan Laut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.

Basarnas turut mengkaji kemungkinan mengubah posisi kapal agar bagian dalam bangkai dapat diperiksa lebih optimal. Opsi tersebut membutuhkan pembahasan teknis karena kapal berada dalam kondisi terbalik di kedalaman sekitar 30 meter.

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi pada 13 September 2026 saat kapal berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Dalam perkembangan sebelumnya, enam orang dilaporkan meninggal dunia dan 108 orang berhasil diselamatkan. Sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Operasi SAR masih menghadapi kondisi laut yang dinamis. Gelombang tinggi dan angin kencang turut menjadi tantangan, termasuk dalam upaya penyelaman menuju bagian bawah kapal.

Basarnas bersama tim SAR gabungan terus menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi di lapangan. Fokus utama operasi tetap menemukan dan mengevakuasi korban yang masih belum ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....