Bakom: Pemerintah Targetkan Elektrifikasi 10.068 Lokasi di Indonesia

  • 16 Sep 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menargetkan elektrifikasi 10.068 lokasi untuk memperluas akses listrik di seluruh Indonesia melalui program yang dipimpin Kepala Bakom Muhammad Qodari.
  • Program ini menyasar desa dan dusun yang belum sepenuhnya memiliki akses listrik, serta wilayah sulit seperti kawasan pegunungan dan pulau terpencil.
  • Fokus ekspansi mencakup wilayah dengan kondisi geografis sulit dan populasi masyarakat yang relatif minim, mengutamakan pemerataan akses energi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengungkapkan pemerintah menargetkan elektrifikasi 10.068 lokasi untuk memperluas akses listrik masyarakat seluruh Indonesia. Ia menyebut program ini menyasar desa dan dusun yang belum sepenuhnya menikmati akses listrik.

Ia juga mengatakan program tersebut turut menyasar wilayah sulit, termasuk kawasan pegunungan dan pulau terpencil. Sebab, wilayah tersebut memiliki kondisi geografis sulit dengan populasi masyarakat yang relatif minim.

Adapun program elektrifikasi tersebut, lanjutnya, ditargetkan tersebar pada 8.561 desa di berbagai wilayah Indonesia. Sasaran lainnya mencakup 2.295 kecamatan, 375 kabupaten atau kota, serta 36 provinsi.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia. Pemerintah terus menghadirkan akses listrik yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui program elektrifikasi 10.068 lokasi,” ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) saat Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Penyediaan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.

Qodari menyebut, hingga Agustus 2026, pemerintah telah merealisasikan elektrifikasi pada 1.516 lokasi atau sekitar 15 persen dari target. Ia mengungkapkan pelaksanaan program dilakukan bertahap sesuai peta jalan listrik perdesaan periode 2025 hingga 2029.

Qodari menjelaskan tahapan tersebut dimulai dari penetapan dan verifikasi lokasi hingga penyusunan perencanaan teknis. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan pengadaan, pembangunan, penyambungan, pengoperasian, serta pemeliharaan infrastruktur listrik.

“Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi di masing-masing lokasi. Untuk lokasi yang dapat dijangkau jaringan PLN yang sudah ada, elektrifikasi dilakukan melalui perluasan jaringan tersebut,” katanya.

Sementara, untuk lokasi lebih terpencil yang belum terjangkau jaringan existing, pemerintah membangun pembangkit skala kecil. Qodari mengatakan pembangkit tersebut berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan sistem off-grid sesuai kondisi wilayah.

Sebagai informasi, saat ini, sebanyak 5.466 lokasi akan dilayani melalui jaringan listrik yang sudah tersedia tanpa pembangkit baru. Sedangkan 4.602 lokasi lainnya membutuhkan pembangkit baru dengan kapasitas sekitar 508 megawatt.

Program elektrifikasi ini menyasar sekitar 770 ribu rumah tangga yang tersebar pada 36 provinsi di Indonesia. Kehadiran listrik diharapkan dapat mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....