Kurangi Impor BBM, Presiden: Kita Jalankan Program Elektrifikasi 100 gigawatt

  • 09 Apr 2026 18:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia akan menjalankan program elektrifikasi 100 gigawatt
  • Program elektrifikasi 100 gigawatt, ditujukan untuk mengurangi konsumsi BBM impor
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan, dengan pelaksanaan program elektrifikasi 100 gigawatt, nantinya akan menutup 13 PLTD

RRI.CO.ID, Magelang - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan menggenjot program elektifikasi dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW). Hal tersebut disampaikannya, saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersil PT. VKTR Sakti Industries, di Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Presiden menuturkan bahwa program tersebut sebagai langkah strategis Indonesia, untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Bahkan tidak hanya itu, program elektrifikasi ini juga ditujukan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Hal itu dijelaskan Kepala Negara, sebagai bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan global dalam sektor kebutuhan energi. Sebab tantangan ini dikarenakan adanya gejolak di Timur-Tengah yang mengakibatkan sejumlah negara dunia mengalami krisis energi.

"Saya sudah putuskan, akan kita jalankan program elektrifikasi 100 gigawatt. Dengan nanti 100 gigawatt, kita juga akan menghemat (BBM) sangat-sangat besar," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya di Magelang, Kamis, 9 April 2026.

Lebih lanjut dijelaskan Presiden, penghematan BBM melalui program elektrifikasi ini, yakni dengan dialihkannya Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD). Dengan program elektrifikasi ini Kepala Negara mengatakan dapat menghemat konsumsi BBM jenis solar.

Melalui program ini Presiden Prabowo menuturkan, akan menutup sejumlah PLTD di Indonesia. Dengan penutupan tersebut, setidaknya konsumsi BBM Solar menjadi lebih hemat ratusan ribu barel.

"Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN akan kita tutup. Dari menutup itu kita akan menghemat 200 ribu barrel sehari, sekarang kita masih perlu import 1 juta barrel sehari, jadi dengan kita tutup PLTD kita menghemat langsung 20 persen," imbuh Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....