Hari Ozon Sedunia, Kementerian LH dan Kemenaker Dorong Tenaga Kerja Hijau

  • 16 Sep 2026 15:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Ketenagakerjaan sepakat mendorong keberadaan tenaga kerja hijau di Indonesia, khususnya di bidang teknisi reparasi alat pendingin atau Air Conditioner (AC).

RRI.CO.ID, Bekasi – Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sepakat mendorong keberadaan tenaga kerja hijau di Indonesia. Khususnya di bidang teknisi reparasi alat pendingin atau air conditioner (AC).

Hal ini dicetuskan kedua kementerian pada peringatan Hari Ozon Sedunia Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Rabu, 16 September 2026.

Menteri LH, Moh. Jumhur Hidayat, mengatakan tenaga kerja hijau di bidang teknisi reparasi AC sangat dibutuhkan. Menurut dia, hal ini untuk menjaga kerusakan lapisan ozon di bumi.

“Teknisi yang kompeten tidak hanya memastikan AC tetap dingin dan hemat listrik,” ujarnya. “Mereka mengetahui memahami cara kerja yang benar, agar gas pendingin tidak lepas ke udara dan mencemarinya saat AC dipasang.

Meski begitu, Jumhur menambahkan ketersedian tenaga kerja hijau di bidang teknisi reparasi AC harus didukung perlengkapan yang memadai. Menurut dia, diperlukan teknologi pendingin yang tidak merusak lapisan ozon serta memicu pemanasan global.

Pada kesempatan tersebut, Menteri juga mengajak masyarakat menjaga lapisan ozon dari dalam rumah dengan berbagai langkah. Ini dimulai dengan menggunakan dan merawat AC maupun kulkas di dalam rumah secara bijak.

Jumhur juga mengimbau untuk menggunakan jasa teknisi yang tersertifikasi dan kompeten. Sehingga pada saat melakukan perbaikan, tidak ada gas refrigerant yang bocor dan merusak lingkungan.

“Jadilah konsumen yang cerdas, pilih peralatan pendingin yang bebas klorofluorokarbon (CFC) dan hidroklorofluorokarbon (HCFC) serta hemat energy,” ujarnya. “Atur suhu AC pada angka yang cukup, bukan suhu yang sangat dingin.”

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan peringatan Hari Ozon Sedunia merupakan momentum untuk mengakselerasi kesiapan sumber daya manusia (SDM). Terutama di bidang tenaga kerja hijau khususnya bidang operator reparasi AC.

“Kami pastikan mereka memiliki kompetensi memadai, daya saing, dan wawasan lingkungan," katanya. Untuk mewujudkannya, Kemnaker telah memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta kurikulum pelatihan.

Kemnaker juga mendapatkan bantuan hibah dari Kementerian LH berupa peralatan untuk pelatihan. Nantinya ini akan didistribusikan ke balai-balai pelatihan milik Kemenaker di seluruh Indonesia.

“Inilah komitmen Indonesia secara global untuk mengurangi kerusakan ozon,” ujarnya. Menurut Menaker, transisi hijau memang menjadi tantangan bagi industri di Indonesia.

Namun, lanjut dia, di sisi lain ini juga merupakan peluang untuk perluasan kesempatan kerja. “Transisi energi hijau tidak kami lihat sebagai ancaman, tetapi peluang untuk pembukaan lapangan-lapangan kerja baru,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....