Catat, Komisi V DPR Minta Pendalaman Penyebab Rentetan Kecelakaan Kapal

  • 16 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi V DPR meminta pendalaman terhadap rentetan kecelakaan kapal dalam beberapa bulan terakhir.
  • Usia kapal di atas 35 tahun menjadi perhatian, selain persoalan manifest dan kejelasan barang bawaan.
  • Pemeriksaan teknis kapal perlu diperkuat untuk memastikan kondisi komponen dan mencegah kecelakaan kembali terjadi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi meminta pendalaman terhadap rangkaian kecelakaan kapal yang terjadi beberapa bulan terakhir. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia menilai sejumlah persoalan berulang perlu menjadi perhatian utama, mulai usia kapal, manifest penumpang, hingga kejelasan barang bawaan. Ia mengatakan berbagai masukan dari KNKT, Basarnas, dan BMKG telah disampaikan, termasuk kondisi cuaca selama pelayaran berlangsung normal.

Ia menyebut sebagian kapal yang mengalami kecelakaan memiliki usia di atas 35 tahun dan perlu diperiksa lebih mendalam. "Kita sudah wanti-wanti terus, tetapi kejadian terus, jadi sulit kita tidak mengaitkan kecelakaan dengan usia kapal tersebut," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, usia kapal tidak otomatis menjadi penyebab kecelakaan karena keselamatan dipengaruhi perawatan dan kelayakan komponen kapal secara keseluruhan. Namun, ia meminta pemeriksaan lebih rinci karena sejumlah bagian kapal berusia lama mungkin memiliki keterbatasan untuk direstorasi kembali.

Ia mencontohkan kapal baru KM Virgo yang datang dari Jepang dan belum lama berlayar sebelum mengalami kejadian. Fakta tersebut, menurutnya, menjadi alasan penting untuk melihat kondisi teknis kapal secara menyeluruh, bukan sekadar mencermati perawatannya.

"Kita tidak pernah tahu, dengan usia yang begitu lama, mungkin ada komponen yang tidak bisa direstorasi," kata Mori. Karena itu, ia mendorong pemeriksaan terhadap struktur, komponen, perawatan, serta dokumen pelayaran untuk menemukan faktor penyebab utama kecelakaan.

Selain kondisi teknis, ia menyoroti pentingnya kejelasan manifest penumpang dan barang yang dibawa setiap kapal selama pelayaran berlangsung. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan sejak sebelum keberangkatan agar informasi penumpang, muatan, serta kondisi kapal tercatat secara lebih jelas.

Pendalaman kecelakaan diharapkan menghasilkan evaluasi konkret bagi regulator dan operator untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran nasional lebih lanjut. Langkah tersebut juga dinilai penting agar berbagai rekomendasi keselamatan tidak berhenti sebagai masukan, tetapi tetap diterapkan secara konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....