Wamenkomdigi Apresiasi Teknologi Digital Kelompok Perikanan Budidaya Sulsel

  • 16 Sep 2026 03:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengapresiasi inovasi teknologi digital yang diterapkan masyarakat Kabupaten Maros dalam sektor perikanan budidaya.
  • Inisiatif pemanfaatan internet komunitas di Kabupaten Maros menjadi contoh nyata untuk meningkatkan ketahanan iklim dan kemandirian pangan masyarakat lokal.
  • Program Rural ICT Camp 2026 resmi dibuka di Unit Instalasi Tambak Silvofishery Marannu sebagai bagian dari upaya digitalisasi sektor pertanian di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengapresiasi langkah inovatif warga Kabupaten Maros dalam sektor perikanan budidaya. Hal itu disampaikannya saat membuka Rural ICT Camp 2026, di Unit Instalasi Tambak Silvofishery Marannu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ia mengungkapkan, masyarakat di Kabupaten Maros telah menginovasikan pemanfaatan teknologi digital dalam sektor perikanan budidaya ini. Inisiatif tersebut menjadi contoh nyata pemanfaatan internet komunitas yang bermakna bagi ketahanan iklim dan kemandirian pangan warga.

Dijelaskan Nezar, penggunaan teknologi ini dapat menjawab tantangan bagi kelompok masyarakat perikanan budidaya. Terlebih lagi hal ini di tengah perubahan iklim yang terjadi secara nyata di lapangan.

Menurutnya dari hasil pemanfaatan teknologi digital ini, akan memberikan berbagai kebutuhan data sektor perikanan budidaya. Hal ini ditegaskan Wamenkomdigi, dapat dijadikan acuan kemandirian masyarakat perikanan budidaya, dalam menghadapi perubahan iklim.

"Kita menyaksikan bagaimana warga menggunakan teknologi digital untuk mengukur kadar garam, suhu, lalu mencatatnya sebagai 'big data', dan membuat proyeksi ke depan. Ini adalah langkah penting kemandirian warga dalam menghadapi perubahan iklim," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Meski demikian ditekankannya, tolak ukut keberhasilan transformasi digital hanya bukan terletak pada jumlah perangkat atau aplikasi yang dibangun. Namun Nezar menyebut hal terpentingnya, yakni dampak langsung pemanfaatan teknologi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Wamenkomdigi menegaskan bahwa pemerintah, berkomitmen terus mendukung inisiatif komunitas dalam pemanfaatan teknologi digital. Dengan hal ini diyakini Nezar, dapat memperluas jaringan telekomunikasi, ke wilayah-wilayah non-komersial.

"Ukuran keberhasilan kita bukan berapa banyak aplikasi yang dibuat atau berapa banyak perangkat yang dipasang. Ukurannya adalah apakah komunitas menjadi lebih berdaya, ekosistem lebih terjaga, dan penghidupan masyarakat menjadi lebih tangguh," ujar Wamenkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....