Wamenkomdigi: Algoritma dan Disinformasi Jadi Tantangan Masyarakat Modern
- 16 Sep 2026 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamenkomdigi Nezar Patria menyebut masyarakat saat ini dihadapkan dengan tantangan algoritma dan disinformasi dalam mengakses informasi digital.
- Derasnya arus informasi yang mudah didapat dari ponsel pintar menjadi salah satu penyebab utama tantangan yang dihadapi masyarakat.
- Meratanya akses internet di Indonesia turut memperparah tantangan algoritma dan disinformasi yang dihadapi oleh masyarakat luas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menyebut, saat ini masyarakat dihadapkan dengan tantangan algoritma dan disinformasi. Hal itu disampaikannya saat berdiskusi dengan sejumlah pegiat Sekolah Internet Komunitas (SIK) dalam kegiatan Rural ICT Camp 2026.
Tantangan tersebut diungkapkannya, karena derasnya arus informasi, yang mudah didapat dari genggaman ponsel pintar. Bahkan hal ini ditekankannya, juga didukung dengan semakin meratanya akses internet.
Wamenkomdigi lebih lanjut menuturkan, tantangan itu semakin kompleks, karena platform media sosial (medsos). Dimana dalam perkembangannya, medsos berjalan menggunakan algoritma yang dapat membentuk lingkungan informasi berdasarkan kecenderungan penggunanya.
"Algoritma membentuk bilik gema, echo chamber, itu sekarang yang mengatur kita. Platform-platform membuat filter bubble," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa 15 September 2026.
Lebih lanjut dikatakan Wamenkomdigi, tantangan ini juga diperberat dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kondisi inilah ditegaskannya, menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam membedakan informasi yang benar dan narasi yang menyesatkan.
Nezar menyatakan, di tengah ledakan informasi, medsos, algoritma dan AI, dapat menjadi risiko tersendiri. Sehingga ditekankannya hal itu tidak memberikan dampak, tanpa kecakapan informasi dapat membuat masyarakat lebih mudah terpapar misinformasi dan disinformasi.
"Konektivitas harus melahirkan meaningful connectivity, impactful connectivity, konektivitas yang bermakna, konektivitas yang berdampak. Penting sekali tugas kawan-kawan di komunitas untuk menangkal disinformasi dan misinformasi," ujar Wamenkomdigi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....