Wamendikdasmen Lepas 36 Anggota Kontingen ke WorldSkills 2026 di Shanghai
- 16 Sep 2026 00:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia mengirim 20 kompetitor dan 16 expert menuju WorldSkills Competition 2026 di Shanghai.
- Fajar berharap peserta tidak hanya membawa medali, tetapi juga praktik terbaik untuk pendidikan vokasi Indonesia.
- Peserta telah menjalani seleksi nasional serta pelatihan enam hingga sembilan bulan bersama balai vokasi dan industri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq melepas 36 peserta kontingen Indonesia menuju WorldSkills Competition 2026 di Shanghai. Kontingen Indonesia tersebut terdiri atas 20 kompetitor dengan dukungan 16 expert selama mengikuti kompetisi.
Fajar mengatakan kompetisi tersebut menjadi salah satu olimpiade keterampilan vokasional yang mempertemukan talenta muda dunia. Indonesia memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan talenta nasional tidak kalah dengan peserta berbagai negara.
“Indonesia punya kesempatan menunjukkan bahwa kita memiliki talenta-talenta terbaik. Kemampuan mereka tidak kalah keren dibandingkan negara-negara lain,” ujar Fajar usai pelepasan 36 kontingen Indonesia, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Fajar, Indonesia sebelumnya meraih sejumlah medali pada WorldSkills Competition 2024 di Lyon, Prancis. Capaian kontingen ketika itu juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu peserta terbaik di kawasan ASEAN.
Pengalaman tersebut mpenjadi modal untuk mendorong peningkatan capaian kontingen Indonesia pada kompetisi tahun ini. Namun, keberhasilan tidak hanya diukur melalui jumlah medali yang berhasil dibawa pulang.
“Kami berharap prestasi delegasi Indonesia di Shanghai semakin meningkat dibandingkan sebelumnya. Ukurannya bukan hanya medali, tetapi juga dampak setelah mereka kembali,” katanya.
Fajar berharap para peserta membawa berbagai praktik terbaik yang diperoleh selama berkompetisi bersama talenta global. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penajaman pengembangan pendidikan vokasi Indonesia.
Menurutnya, kompetisi di Shanghai juga menjadi jendela untuk melihat perkembangan teknologi serta keterampilan masa depan. Karena itu, pengalaman peserta dinilai memiliki manfaat lebih luas bagi penguatan pendidikan vokasi nasional.
“Kami berharap kontingen kembali dengan senyum lebar karena membawa medali. Paling penting, mereka mampu mengharumkan nama bangsa di pentas global,” ucapnya.
Para peserta merupakan talenta vokasi yang telah melewati proses seleksi dan pembinaan berjenjang.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan peserta sebelumnya merupakan murid SMK. Mereka kemudian mengikuti Lomba Kompetensi Siswa dan berbagai tahapan seleksi dari tingkat nasional.
Sebagian peserta kini telah bekerja di perusahaan, sementara lainnya melanjutkan pendidikan di politeknik. Ketentuan usia peserta untuk mengikuti kompetisi tersebut maksimal 21 tahun.
“Mereka berasal dari pemenang berbagai kompetisi tingkat nasional dan kemudian menjalani pelatihan. Masa pelatihannya ada yang enam bulan hingga sembilan bulan,” ujarnya.
Pelatihan dilakukan bersama sejumlah mitra yang memiliki pengalaman dan jaringan internasional. Peserta juga menjalani pembinaan di balai besar vokasi sesuai bidang keterampilan masing-masing.
Tatang menyebut pembinaan melibatkan industri terpilih, termasuk perusahaan multinasional dengan pengalaman jaringan global. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta berangkat dengan kemampuan terbaik menghadapi standar kompetisi dunia.
Capaian Indonesia pada kompetisi sebelumnya juga menunjukkan kualitas keterampilan lulusan SMK mampu bersaing secara internasional. Bahkan, sejumlah pelatih dan lulusan Indonesia disebut telah membantu pelatihan keterampilan di negara lain.
“Ini menunjukkan tingkat keterampilan lulusan SMK kita sudah memiliki level yang sama dengan dunia. Kemampuan tersebut juga termasuk yang terbaik di kawasan ASEAN,” katanya.
Indonesia akan mengikuti 17 bidang kompetisi pada ajang WorldSkills Competition Shanghai. Bidang tersebut antara lain memasak, teknologi web, mekatronika, serta sejumlah keterampilan vokasi lainnya.
Namun, Indonesia belum mengikuti seluruh bidang yang dipertandingkan karena beberapa membutuhkan persiapan lebih panjang. Salah satunya adalah keterampilan pengelasan bawah air yang dinilai memerlukan pembinaan khusus.
“Ada beberapa bidang yang masih cukup berat untuk kita ikuti, seperti pengelasan bawah air. Bidang tersebut masih perlu kita latih sebelum mengikuti WorldSkills Competition,” ujar Tatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....