BNPB Paparkan Kondisi Karhutla 15 September 2026 di Sejumlah Wilayah Indonesia

  • 15 Sep 2026 16:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB memperkuat penanganan karhutla melalui satgas darat, water bombing, OMC, dan kolaborasi lintas lembaga.
  • Kalimantan Barat mencatat total area terbakar 48.535,73 hektare dengan kualitas udara kategori berbahaya.
  • Masyarakat diminta mewaspadai sebaran polutan berdasarkan prediksi BMKG di sejumlah wilayah Indonesia.
Kalimantan Tengah

RRI.CO.ID, Jakarta – BNPB memaparkan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Penanganan terus diperkuat melalui satgas darat, water bombing, modifikasi cuaca, serta kolaborasi lintas lembaga.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan tersebut kepada media. Data Sipongi digabungkan dengan pengukuran lapangan agar luas kebakaran tergambar lebih akurat.

“Pemadaman dilakukan secara massal dan terukur di lapangan dengan mengutamakan satgas darat. Satgas udara kemudian memberikan dukungan efektif untuk memperoleh hasil maksimal,” ujarnya saat memaparkan kondisi terkini karhutla, Selasa, 15 September 2026.

Kalimantan Barat

Di Kalimantan Barat, data Sipongi mencatat lahan terbakar lebih dari 38.310 hektaree hingga 31 Juli. Pengukuran tim gabungan di lapangan kemudian mencatat tambahan lebih dari 10.224 hektare.

Penggabungan kedua data tersebut menghasilkan total area terbakar sebesar 48.535,73 hektare. Data tersebut menggambarkan kondisi kebakaran hingga 14 September 2026.

Sebanyak 19 titik api ditemukan dengan estimasi kebakaran sehari sebelumnya mencapai lebih dari 261 hektare. Tim gabungan kemudian berhasil memadamkan lebih dari 180 hektare.

Satgas darat memadamkan lebih dari 175 hektare, sedangkan satgas udara menangani sekitar lima hektare. Dengan capaian tersebut, lebih dari 80 hektare masih menjadi sasaran pemadaman Selasa.

“Hujan ringan hingga lebat terjadi di sebagian Sambas, Sintang, Bengkayang, Singkawang, dan Sekadau. Namun, jarak pandang masih di bawah satu kilometer pada sejumlah wilayah,” kata Berton.

Jarak pandang rendah terjadi di Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, dan Sintang. Kondisi serupa juga terjadi di Kapuas Hulu dan Singkawang, sementara kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Aktivitas penerbangan sejak sehari sebelumnya hingga Selasa relatif berjalan lancar dan normal. Meski demikian, beberapa penerbangan masih mengalami keterlambatan karena kondisi lapangan.

Satgas darat di Kalimantan Barat diperkuat sebanyak 14.759 personel dalam penanganan kebakaran. Dukungan udara terdiri atas lima unit OMC dan sembilan unit water bombing.

“Helikopter bantuan Jepang sudah tiba di Kalimantan Barat, tetapi belum dapat dioperasikan. Mereka membutuhkan jarak pandang sekitar 3.500 sampai 5.000 meter,” ujarnya.

Kalimantan Selatan

Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah, total lahan terbakar mencapai 15.976 hektare berdasarkan Sipongi dan pengukuran lapangan. Tim juga menemukan 56 titik api dengan estimasi kebakaran lebih dari 189 hektare.

Sebanyak 75,9 hektare berhasil dipadamkan melalui pengerahan kekuatan darat dan udara. Satgas darat menangani 68,9 hektare, sedangkan water bombing memadamkan sekitar tujuh hektare.

Lebih dari 113 hektare masih belum berhasil dipadamkan hingga perkembangan terbaru. Operasi modifikasi cuaca belum dilakukan karena tidak tersedia bibit pertumbuhan awan hujan.

“Sudah sekitar seminggu hujan tidak terjadi di wilayah tersebut. Visibilitas Palangka Raya berada di bawah lima kilometer,” katanya.

Kualitas udara di Kalimantan Tengah masuk kategori sangat tidak sehat. Aktivitas penerbangan tetap normal, meskipun sebelumnya terdapat beberapa keterlambatan.

Satgas darat yang diterjunkan mencapai 4.686 personel untuk memperkuat operasi pemadaman. Dukungan udara terdiri atas dua unit patroli atau OMC dan enam unit water bombing.

Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan mencatat total lahan terbakar lebih dari 19.303 hektare berdasarkan perkembangan BNPB. Tim menemukan 40 titik api dengan estimasi kebakaran lebih dari 210 hektare.

Lebih dari 136 hektare berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara. Satgas darat menangani 86,46 hektare, sedangkan water bombing memadamkan sekitar 50 hektare.

Dengan hasil tersebut, lebih dari 73 hektare masih menjadi sasaran pemadaman berikutnya. Kondisi cuaca relatif membaik, tetapi hujan belum turun sekitar satu pekan.

“Cuaca relatif lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya, tetapi seminggu terakhir belum terjadi hujan. Jarak pandang berada sekitar sembilan kilometer,” ujarnya.

Bandara Internasional Syamsudin Noor tidak mengalami gangguan operasional akibat kondisi tersebut. Satgas darat yang dikerahkan mencapai 3.557 personel.

Dukungan udara mencakup tiga unit untuk patroli maupun OMC. Selain itu, tujuh unit water bombing membantu operasi pemadaman.

Sumatera Selatan

Kalimantan Timur

Di Kalimantan Timur, total luas area terbakar tercatat sekitar 5.761 hektare. Tim menemukan 20 titik api dengan estimasi kebakaran terbaru lebih dari 701 hektare.

Lebih dari 381 hektare berhasil dipadamkan melalui pengerahan satuan darat dan udara. Satgas darat menangani 358 hektare lebih, sedangkan satgas udara memadamkan sekitar 23 hektare.

Masih terdapat lebih dari 319 hektare yang belum berhasil dipadamkan hingga Selasa. Salah satu kawasan yang memerlukan perhatian berada di sekitar IKN.

“Kondisi cuaca relatif lebih baik, tetapi seminggu terakhir belum turun hujan. Visibilitas sekitar delapan sampai 10 kilometer,” kata Berton.

Cuaca cukup cerah dengan kabut asap minimal sehingga aktivitas penerbangan tetap normal. Satgas darat melibatkan 4.392 personel dengan dukungan dua helikopter water bombing.

Jambi

Sumatera Selatan

Di Sumatera Selatan, total lahan terbakar tercatat lebih dari 6.552 hektare berdasarkan perkembangan BNPB. Sehari sebelumnya, sekitar 402 hektare terbakar dan lebih dari 319 hektare berhasil dipadamkan.

Satgas darat memadamkan 289,97 hektare, sedangkan satgas udara menangani lebih dari 30 hektare. Dengan capaian tersebut, lebih dari 84 hektare masih menjadi sasaran pemadaman.

“OMC belum dapat dilaksanakan karena bibit pertumbuhan hujan tidak ada sejak 12 September. Jarak pandang masih sekitar empat sampai delapan kilometer,” ujarnya.

Aktivitas penerbangan di Sumatera Selatan masih relatif normal. Sementara itu Satgas darat yang dikerahkan mencapai 11.026 personel.

Dukungan udara yang dikirimkan terdiri atas dua unit untuk patroli maupun OMC. Selain itu, tujuh unit water bombing membantu penanganan kebakaran.

Riau

Jambi

Di Jambi, total lahan terbakar tercatat mencapai lebih dari 2.998 hektare. Data terbaru total lahan terbakar mencapai 44,5 hektare dan sebanyak 34,5 hektare berhasil dipadamkan.

Satgas darat berhasil memadamkan sebesar 28 hektare, sedangkan water bombing memadamkan 6,5 hektare. Dengan capaian tersebut, hingga hari ini, sekitar 10 hektare lahan masih belum berhasil dipadamkan.

“OMC belum dapat dilaksanakan karena bibit pertumbuhan hujan tidak tersedia. Sejak 1 September 2026 juga belum ditemukan hujan,” katanya.

Sementara jarak pandang pagi hari di Jambi tercatat sekitar 1.100 meter dan dapat berubah ketika siang. Kualitas udara masuk termasuk kategori tidak sehat, sedangkan aktivitas penerbangan per hari ini masih relatif normal.

Satgas darat yang dikerahkan mencapai 5.984 personel untuk membantu penanganan kebakaran. Selain itu dukungan udara mencakup dua unit patroli atau OMC dan empat unit water bombing.

Karhutla di Luar Wilayah Prioritas

Riau

Sementara di Riau, total luas lahan terbakar tercatat lebih dari 19.851 hektare. Sebanyak 17 titik api ditemukan dengan estimasi kebakaran terbaru lebih dari 46 hektare.

Tim gabungan berhasil memadamkan lebih dari 25 hektare melalui operasi darat dan udara. Satgas darat menangani lebih dari 15 hektare, sedangkan water bombing memadamkan sekitar 10 hektare.

Dengan hasil tersebut, lebih dari 21 hektare masih belum berhasil dipadamkan. Namun, hujan mulai terjadi di Kepulauan Meranti dan Bengkalis sejak 14 September.

“Hujan terjadi di beberapa kabupaten, termasuk Meranti dan Bengkalis. Pelaksanaan OMC tetap dilakukan untuk membantu penanganan,” ujarnya.

Jarak pandang di sejumlah wilayah berkisar 3,7 sampai empat kilometer. Kualitas udara tidak sehat tercatat di Rokan Hilir, Bengkalis, dan Siak.

Satgas darat yang dikerahkan mencapai 2.164 personel untuk memperkuat penanganan. Dukungan udara terdiri atas dua unit patroli atau OMC dan enam helikopter water bombing.

Kolaborasi Penanganan Karhutla

Karhutla di Luar Wilayah Prioritas

Selain wilayah prioritas, kebakaran juga terjadi di Jawa Timur, Maluku Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan Utara. Kebakaran lainnya tercatat di Sulawesi Tengah, Lampung, serta Sulawesi Tenggara.

Di Jawa Timur, kebakaran terjadi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Gunung Butak. Pemadaman di wilayah tersebut didukung satu unit helikopter water bombing.

Sementara di Maluku Utara, kebakaran melanda lahan seluas lebih dari 44 hektare. Penanganan turut menggunakan OMC yang telah dilakukan sebanyak 10 sorti.

Sebanyak 10 ton bahan semai NaCl digunakan dalam rangkaian modifikasi cuaca tersebut. Operasi dilakukan untuk membantu meningkatkan peluang penanganan melalui dukungan udara.

“Karhutla juga terjadi di luar wilayah prioritas yang sebelumnya kami sampaikan. Penanganan tetap dilakukan bersama tim gabungan di setiap lokasi,” kata Berton.

Di Jawa Tengah, kebakaran terjadi di TPA Putri Cempo, Surakarta, dan dua kecamatan Kabupaten Wonogiri. Area terdampak Putri Cempo mencapai 6,3 hektare dengan sisa kebakaran sekitar 0,6 hektare.

Penanganan Putri Cempo juga dilakukan menggunakan alat berat untuk menyebarkan tumpukan sampah. Cara tersebut membantu petugas menjangkau bagian kebakaran yang masih tersisa.

Sementara kebakaran pada dua kecamatan di Wonogiri mencapai sekitar 16,59 hektare. Tidak terdapat korban jiwa, sedangkan penanganan masih dilakukan tim gabungan.

Di Kalimantan Utara, kebakaran lebih dari empat hektare terjadi di Desa Gunung Seriang, Kabupaten Bulungan. Tidak terdapat korban jiwa dan api masih dalam proses penanganan.

Di Sulawesi Tengah, sekitar 30 hektare lahan terbakar di Kabupaten Poso. Kebakaran juga melanda sekitar 48 hektare perkebunan di Kabupaten Tojo Una-Una.

Tim gabungan telah melakukan berbagai tindakan pemadaman terhadap kebakaran pada kedua wilayah tersebut. Penanganan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi masing-masing lokasi.

Sementara di Lampung, kebakaran sekitar tujuh hektare terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak terkait.

Kabupaten Mesuji juga mengalami kebakaran lebih dari 339 hektare yang diduga berkaitan pembukaan lahan. Api di kedua lokasi telah padam dan kini memasuki tahap pendinginan serta pemantauan.

Di Sulawesi Tenggara, kebakaran melanda enam kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur. Luas area terdampak mencapai lebih dari 423 hektare dan penyebabnya masih diselidiki.

Api di Kolaka Timur belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga perkembangan BNPB disampaikan. Tim gabungan masih melanjutkan penanganan untuk mengendalikan kebakaran tersebut.

Kolaborasi Penanganan Karhutla

Berton menegaskan pemadaman dilakukan secara massal dan terukur dengan mengutamakan kekuatan satgas darat. Operasi tersebut kemudian diperkuat satgas udara agar proses pemadaman berjalan semakin efektif.

“Keberhasilan operasi didukung peningkatan sinergitas dan kerja sama nyata seluruh unsur. Pemerintah, TNI, Polri, relawan, perusahaan, dan masyarakat semuanya terlibat,” ujarnya.

Penanganan juga melibatkan BNPB, BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, serta Manggala Agni. Masyarakat peduli api dan berbagai elemen lain turut memperkuat operasi di lapangan.

Masyarakat dapat memantau Indeks Standar Pencemar Udara melalui layanan resmi Kementerian Lingkungan Hidup. Informasi tersebut memperlihatkan kualitas udara setiap wilayah dari kategori sehat hingga berbahaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....