Wamendag Roro Dorong Fortuna Shoes Perluas Pasar Ekspor

  • 15 Sep 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi CV Fortuna Shoes di Bandung pada 14 September 2026 untuk mendorong ekspansi pasar ekspor.
  • Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan melalui fasilitasi business matching dan business pitching untuk menghubungkan pelaku usaha lokal dengan buyer potensial.
  • CV Fortuna Shoes didorong untuk memanfaatkan fasilitasi penjajakan bisnis guna memperluas jangkauan pasar ekspor internasional.

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong Fortuna Shoes memanfaatkan fasilitasi penjajakan bisnis untuk memperluas pasar ekspor. Dorongan itu disampaikan Roro saat mengunjungi CV Fortuna Shoes di Bandung, Jawa Barat, Senin, 14 September 2026.

Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan melalui fasilitasi business matching dan business pitching. Fasilitasi tersebut ditujukan agar pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan buyer potensial.

“Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwadag, melalui fasilitasi berbagai business matching dan business pitching. Agar pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan buyer potensial,” ujar Roro.

Fortuna Shoes akan bergabung dalam stan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Roro mendorong perusahaan mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan untuk melakukan business matching langsung di lokasi.

TEI 2025 mencatat kehadiran 8.045 buyer dari berbagai negara. Capaian tersebut menunjukkan peran strategis TEI sebagai pameran dagang terbesar Indonesia dalam mendongkrak angka ekspor Indonesia.

Roro turut menyoroti kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Ia menyebut sekitar 60 persen pekerja Fortuna Shoes merupakan perempuan yang memberikan dampak pengganda positif bagi lingkungan sekitar perusahaan.

“Perempuan-perempuan kuat mendominasi perusahaan ini sekitar 60 persen. Hal ini merupakan dampak pengganda (multiplier effect) yang positif bagi lingkungan sekitar perusahaan,” kata Roro.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan pertumbuhan industri manufaktur berpengaruh terhadap penyediaan lapangan kerja dan investasi. Ia juga menyebut produk Bandung yang berorientasi ekspor telah mendapatkan Surat Keterangan Asal (SKA) dari Kementerian Perdagangan.

“Dengan Surat Keterangan Asal (SKA), jualan di manapun, pembeli akan mengatahui bahwa sepatu Fortuna berasal dari Bandung. Hal ini tentu membawa nilai tambah bagi Bandung,” ujar Farhan.

CV Fortuna Shoes didirikan Dede Chandra pada 1969 di Bandung. Dalam berkarya, Fortuna Shoes berlandaskan tradition, craftmanship, dan quality sebagai komitmen sekaligus prioritas.

Fortuna Shoes memproduksi alas kaki dan bagiannya dengan kode HS 6403 dan 6406. Perusahaan telah terdaftar dalam sistem e-SKA sejak 9 Januari 2012 serta telah menerbitkan SKA sejak 2000.

Kapasitas produksi Fortuna Shoes mencapai 50 ribu pasang sepatu per tahun. Jepang menjadi tujuan ekspor utama, disusul United Kingdom, Korea Selatan, dan Jerman.

Produk Fortuna Shoes memperoleh fasilitas tarif preferensi melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement, ASEAN-Korea Free Trade Area, Generalised Scheme of Preferences Uni Eropa. Pemanfaatan skema tersebut turut mendukung daya saing produk Indonesia di pasar negara mitra.

Fortuna Shoes memproduksi sepatu bermerek Jalan Sriwijaya yang dipasarkan secara khusus di Jepang melalui GMT Inc. GMT Inc. berperan sebagai pemilik merek, importir, sekaligus pengelola gerai.

Saat ini, produk Jalan Sriwijaya telah dipasarkan melalui tujuh gerai di sejumlah kota di Jepang. Merek tersebut memiliki citra dan pangsa pasar yang kuat, khususnya pada segmen konsumen menengah atas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....