Wamendag Dorong UMKM Keramik Manfaatkan Jejaring Perwakilan Perdagangan

  • 08 Sep 2026 12:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong UMKM keramik untuk memanfaatkan fasilitasi perwakilan perdagangan dalam mengembangkan ekspor.
  • Produk keramik Indonesia memiliki potensi ekspor yang menjanjikan dan perlu diusahakan bersama untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
  • Kementerian Perdagangan melakukan kunjungan ke produsen alat makan keramik Lumosh Living di Surabaya sebagai bentuk dukungan pengoptimalan potensi UMKM lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong UMKM keramik berorientasi ekspor memanfaatkan fasilitasi perwakilan perdagangan. Roro menyebut produk keramik memiliki potensi ekspor yang menjanjikan dan peluang tersebut perlu diusahakan bersama.

Roro menyampaikan hal itu saat mengunjungi UMKM produsen alat makan keramik Lumosh Living di Surabaya, Jawa Timur. Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan Kementerian Perdagangan untuk mengoptimalkan potensi UMKM lokal agar semakin berdaya saing di pasar global.

“Kami memiliki perwadag yang tersebar di banyak negara dan mereka berfungsi sebagai mediator untuk mempertemukan UMKM dengan buyer yang sesuai. Oleh karena itu, kami mendorong UMKM terus proaktif memanfaatkan berbagai business matching atau business pitching yang difasilitasi oleh perwadag,” ujar Roro dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.

Selain akses pasar, Roro menyoroti penerapan ekonomi sirkular dan nilai pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Lumosh Living. Ia menilai kedua hal tersebut menjadi nilai unggul dan daya tarik yang diminati pasar internasional.

“Lumosh Living layak menjadi contoh inspiratif bagaimana suatu UMKM dapat sukses ketika mereka tidak hanya berfokus pada inovasi produk. Tetapi juga mengaplikasikan metode pemasaran yang lebih personal serta mengusung nilai-nilai sosial yang mendalam,” ujar Roro.

Lumosh Living berdiri sejak 2016 dan konsisten menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam rantai produksinya. Salah satu penerapannya melalui lini reclay tableware yang dibuat dari pengolahan ulang pecahan keramik retur konsumen serta produk retak atau gagal produksi saat pemanasan.

Hasil pengolahan tersebut kemudian menjadi tatakan, gelas, mangkok, dan piring yang elegan serta tahan lama. Co-founder Lumosh Living Raymon Tjiadi menuturkan reclay tableware menggunakan 40 persen limbah keramik dan 10 persen pasir besi.

Komposisi tersebut mengurangi penggunaan bahan baku murni hingga 50 persen. Raymon menyebut inovasi tersebut meningkatkan kepadatan dan ketahanan produk hingga 20 persen serta mengurangi emisi karbon sebesar 30 persen.

“Inovasi sirkular ini juga terbukti meningkatkan kepadatan dan ketahanan produk hingga 20 persen. Mengurangi emisi karbon sebesar 30 persen, serta dipastikan bebas timbal (lead) dan kadmium (cadmium-free) dengan tingkat kualitas 99 persen,” ujar Raymon.

Dari sisi pemasaran, Lumosh Living menerapkan pendekatan humanis melalui storytelling yang personal. Pendekatan tersebut memperkenalkan cerita para pekerja di balik produk dan dampak baik yang dihadirkan melalui setiap pembelian.

Keunggulan inovasi dan konsep keberlanjutan tersebut telah membawa Lumosh Living menembus pasar ekspor ke Belanda dan Spanyol. UMKM tersebut juga memenangkan penghargaan Good Design Award Jepang pada 2025.

Raymon mengungkapkan fasilitasi Kemendag melalui perwakilan perdagangan di luar negeri sangat membantu memperluas promosi dan memperbesar peluang ekspor Lumosh Living. Produk yang diproduksi di Probolinggo, Jawa Timur, itu turut dipamerkan di rak display produk lokal Indonesia di luar negeri, salah satunya di ITPC Jeddah.

“Kami pernah menggarap edisi khusus dengan pemengaruh di bidang kuliner tepat setelah pandemi usai. Untuk saat ini, kami sedang bersiap untuk peluncuran pop-up store di Bali yang berkolaborasi dengan Korte, UMKM produsen cokelat premium,” kata Raymon.

Lumosh Living sebelumnya berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 dan kini bersiap mengikuti TEI 2026. Raymon menargetkan perluasan pasar ekspor ke Rusia serta penguatan citra Lumosh Living sebagai produsen kategori home living di pasar Jepang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....