Polusi Udara Jakarta Memburuk, AQI 158 dan Masuk Empat Terburuk Dunia

  • 15 Sep 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kualitas udara Jakarta berada di posisi keempat terburuk di dunia pada Selasa pagi, 15 September 2026, berdasarkan pemantauan situs IQAir.
  • Pada pukul 06.30 WIB, indeks kualitas udara atau 'Air Quality Index' (AQI) Jakarta tercatat 158 dan masuk kategori tidak sehat.
  • Posisi berikutnya ditempati Kinshasa, Kongo, dengan AQI 188, sementara Ho Chi Minh City, Vietnam, berada di peringkat ketiga dengan AQI 161

RRI.CO.ID, Jakarta - Kualitas udara Jakarta di posisi keempat terburuk di dunia, Selasa, 15 September 2026, berdasarkan situs IQAir, pukul 06.30 WIB. Indeks kualitas udara atau 'Air Quality Index' (AQI) Jakarta tercatat 158 dan masuk kategori tidak sehat.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat dianjurkan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan polusi udara.

Posisi pertama Kuala Lumpur, Malaysia sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI 189. "Posisi berikutnya ditempati Kinshasa, Kongo, dengan AQI 188, sementara Ho Chi Minh City, Vietnam, berada di peringkat ketiga dengan AQI 161," kata laporan IQAir dalam data resminya, Selasa, 15 September 2026.

Kondisi kualitas udara Jakarta tersebut, menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menekan sumber emisi di ibu kota. Pemprov Jakarta telah menyiapkan, sejumlah kebijakan yang menyasar sektor transportasi, elektrifikasi armada, hingga pengelolaan sampah.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas layanan transportasi publik, termasuk jaringan Transjabodetabek. Sejumlah rute yang diperluas antara lain Blok M–Alam Sutera, Blok M–PIK 2, serta Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Pemprov Jakarta juga mendorong, percepatan elektrifikasi transportasi publik untuk mengurangi emisi dari kendaraan bermotor. Pemerintah daerah menargetkan, seluruh armada Transjakarta beralih menjadi bus listrik pada 2030, dengan target mencapai lebih dari 10.000 unit bus listrik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak, masyarakat beralih menggunakan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Pemprov Jakarta juga menyediakan, layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat untuk memperluas akses.

Selain sektor transportasi, Pemprov DKI memasukkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan. Salah satu fasilitas dioptimalkan adalah RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara, mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF).

RDF Plant Rorotan, memiliki kapasitas desain hingga 2.500 ton sampah per hari dan mulai beroperasi secara bertahap sejak akhir 2025. Fasilitas tersebut, menjadi salah satu bagian dari strategi Jakarta dalam mengurangi beban sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....