Kemenekraf Catat Ancaman Siber Meningkat Berlipat-Lipat

  • 15 Sep 2026 02:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mencatat ancaman siber terjadi lonjakan yang berlipat-lipat pada 2026 ini
  • Alhasil merimbas pada aplikasi yang ada di Tanah Air

RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mencatat ancaman siber terjadi lonjakan yang berlipat-lipat pada 2026 ini. Alhasil merimbas pada aplikasi yang ada di Tanah Air.

"Untuk di ancaman siber, tadi sudah disampaikan oleh Kepala BSSN, bahwa memang ancaman siber meningkat beberapa kali lipat di tahun ini. Dan tentunya mengancam juga aplikasi yang ada di Indonesia," ujarnya Direktur Aplikasi Kemenekraf, Tri Wahyudi di ICE BSD, Tangerang, Senin 14 September 2026.

Tri mengaku dari Kemenekraf sudah membina dari para developer dan dari awal diajarkan juga mengenai dasar-dasar keamanan siber. Agar aplikasi yang dibuat tidak menjadi sia-sia.

"Karenakan selama ini aplikasi dibuat kemudian baru dites, disebutnya pentest. Nah, di pentest itu akan terjadi banyak permasalahan," kata dia.

Menurutnya, dengan diajarkan dahulu keamanan siber diawal, mereka akan bisa melakukan pentest sambil menyelesaikan aplikasinya. "Nah, ini menjadi poin besar Kepala BSSN sampaikan bahwa standar keamanan siber dengan compliance ini menjadi hal yang penting di aplikasi Indonesia," ucapnya.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menambahkan yang dimaksud dengan disampaikan jajarannya adalah langkah cepat. Yakni, dengan kolaborasi bersama dengan BSSN.

"Pak Tri sampaikan, Direktur Aplikasi kita ini, itu salah satu kolaborasi kita dengan Kepala BSSN. Adalah untuk ini (mengantisipasi ancaman siber, Red)," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Ekraf juga mengatakan aplikasi digital kini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Hal itu mulai dari bekerja, belajar, bertransaksi, menikmati hiburan hingga membangun usaha.

"Kita bekerja melalui aplikasi, belajar melalui aplikasi, bertransaksi dan menikmati hiburan. Bahkan, membangun usaha melalui aplikasi," ujar Teuku Riefky pada Indonesia Application Summit (InApps) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Senin 14 September 2026.

Menurut dia kondisi tersebut menunjukkan industri aplikasi tidak sekadar berkaitan dengan perkembangan teknologi. Tetapi telah menjadi bagian penting dari masa depan ekonomi digital Indonesia.

"Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi. Sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia," kata dia.

Riefky menyatakan perkembangan kecerdasan buatan menghadirkan peluang yang semakin besar bagi industri aplikasi di Indonesia. Namun, kemajuan teknologi tersebut harus berjalan seiring dengan penerapan etika dan tata kelola yang baik.

Riefky mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kebijakan tersebut diterjemahkan melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....