Raffi Ahmad: Indonesia Harus Jadi Pencipta Aplikasi Dunia
- 15 Sep 2026 02:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad tolak Indonesia sekadar pasar produk digital
- Ia mendorong pengembang aplikasi nasional untuk mampu menjadi tempat lahirnya aplikasi kelas dunia
RRI.CO.ID, Tangerang - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menolak Indonesia sekadar menjadi pasar produk digital. Ia mendorong pengembang aplikasi nasional mampu melahirkan aplikasi kelas dunia.
"Indonesia jangan hanya menjadi pasar aplikasi saja. Indonesia harus menjadi tempat lahirnya aplikasi kelas dunia," ujar Raffi dalam Indonesia Apps Summit 2026 di ICE BSD, Tangerang, Senin 14 September 2026.
Raffi menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, investor, komunitas, dan generasi muda. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem digital nasional yang kuat.
Menurut dia, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat membuat setiap pihak harus mampu beradaptasi dan bersinergi. Ia menegaskan tidak ada lagi pihak yang dapat berjalan sendiri menghadapi perubahan teknologi.
"Tidak ada yang namanya superman berdiri sendiri di zaman sekarang, tidak ada superman, yang ada super team," kata dia.
Raffi juga mengajak generasi muda tidak takut terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, AI merupakan teknologi ciptaan manusia yang seharusnya dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Manusia tidak perlu takut sama AI, kita yang menciptakan AI. AI tidak punya hati, tapi manusia punya hati," ucapnya.
Raffi mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak pengembang aplikasi, insinyur, programmer, coder, serta pelaku ekonomi kreatif. Mereka dinilai perlu menggabungkan teknologi dan kreativitas untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Menurutnya, aplikasi kini bukan sekadar produk teknologi, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Ekosistem tersebut melibatkan pengembang, desainer, animator, musisi, sineas, kreator konten hingga pelaku UMKM.
Ia mengajak generasi Z dan milenial terus meningkatkan kemampuan serta tidak berhenti belajar. Menurutnya, proses belajar dalam perkembangan teknologi berlangsung dua arah antara generasi muda dan generasi senior.
"Anak-anak muda harus naik kelas. Tentunya juga dari pengguna menjadi pencipta teknologi," ujar Raffi.
Raffi berharap Indonesia Apps Summit 2026 menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, komunitas, dan generasi muda. Forum tersebut diharapkan memperkuat ekosistem aplikasi nasional.
"Semangat untuk kita semuanya. Mari bersama-sama kita jadikan Indonesia bukan hanya bangsa pengguna, tetapi Indonesia bangsa pencipta, yang bisa menciptakan solusi dari Indonesia untuk dunia," kata Raffi.
Menurut dia, besarnya potensi ekonomi digital Indonesia harus dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya inovasi dan produk teknologi karya anak bangsa. Produk tersebut diharapkan mampu bersaing di tingkat global.
Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2026 telah mendekati 130 miliar dolar AS. Sementara itu, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai lebih dari 220 juta orang.
Raffi menilai besarnya jumlah pengguna internet menjadi peluang sekaligus ruang eksperimen bagi pengembangan berbagai inovasi digital. Karena itu, aplikasi lokal harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memperluas pasar secara global.
"Aplikasi lokal itu harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berani menuju pasar global. Itu yang memang bisa menjadi kebanggaan kita semuanya," ujarnya.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebelumnya resmi membuka Indonesia Application Summit (IN APPS) 2026 di ICE BSD, Tangerang. Forum internasional tersebut diselenggarakan untuk memperkuat ekosistem peranti lunak nasional.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan peran subsektor aplikasi sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi digital dan ekonomi kreatif Indonesia. Dalam pidato pembukaannya, Riefky menekankan pentingnya integrasi industri aplikasi dalam rencana pembangunan nasional jangka panjang.
"Aplikasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia," ujar Riefky, Senin 14 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....