Waspada Erupsi Semeru, Masyarakat Diimbau Hindari Sektor Tenggara Besuk Kobokan
- 14 Sep 2026 08:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah melalui PVMBG Kementerian ESDM meminta, masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, Jawa Timur.
- Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
- Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Hingga, radius 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui PVMBG Kementerian ESDM meminta, masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, Jawa Timur. Mengingat, Gunung Semeru, di perbatasan Kabupaten Lumajang, pada Senin pagi, 14 September 2026, meletus sebanyak tiga kali.
Dengan tiga kali erupsi tersebut, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan. Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Hingga, radius 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulisnya, di Lumajang, Senin, 14 September 2026.
Sigit menjelaskan, larangan juga berlaku pada area sekitar 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Wilayah tersebut, memiliki potensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.
"Aktivitas warga di kawasan yang berpotensi menjadi jalur aliran material vulkanik perlu dihindari. Masyarakat juga dilarang melakukan kegiatan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru," ujar Sigit.
Kawasan tersebut, Sigit menjelaskan, berisiko terkena lontaran batu pijar akibat aktivitas erupsi. Masyarakat diimbau, meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui sungai maupun lembah.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Sigit.
Kemudian, masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. "Kewaspadaan diperlukan karena bahaya erupsi tidak hanya berasal dari kolom abu," ucap Sigit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....