Menhub: KNKT akan Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KM Virgo Transport 8

  • 14 Sep 2026 02:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap kecelakaan KM Virgo Transport 8.
  • Proses tersebut akan dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
  • Menhub meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada KNKT untuk menjalankan investigasi secara profesional dan independen.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap kecelakaan KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut membawa 243 penumpang dan mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu 13 September 2026.

“Proses tersebut akan dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai dengan kewenangannya,” kata Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu 13 September 2026. Ia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada KNKT untuk menjalankan investigasi secara profesional dan independen.

Investigasi, kata dia, akan dilakukan berdasarkan data dan fakta untuk memastikan penyebab kecelakaan diketahui secara objektif.

Menurut Dudy, hasil investigasi KNKT nantinya menjadi dasar evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan keselamatan transportasi.

Temuan serta faktor penyebab kecelakaan diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan standar keselamatan dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi. “Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengawal proses penanganan musibah ini hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan,” ujarnya.

Dudy juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Ia memastikan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal penanganan kecelakaan tersebut, termasuk proses pencarian dan penanganan seluruh korban.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Basarnas kemudian memperkuat operasi pencarian dan pertolongan dengan mengerahkan unsur udara serta kapal SAR gabungan. Hingga Minggu, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 penumpang.

Dari jumlah tersebut, 107 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 130 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian di lokasi kejadian.

Untuk memaksimalkan operasi SAR, Basarnas telah mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan. Armada tersebut terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat yang dikerahkan untuk mencari korban di perairan Masalembo, Laut Jawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....