Basarnas Kerahkan 15 Armada Cari Korban KM Virgo yang Masih Hilang

  • 13 Sep 2026 22:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mencari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
  • Sebanyak 15 armada yang dikerahkan terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat, Minggu 13 September 2026.
  • Pengerahan armada dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mencari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Sebanyak 15 armada yang dikerahkan terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat, Minggu 13 September 2026.

Pengerahan armada dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang. Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan unsur laut yang diterjunkan meliputi kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar yang bergerak menuju lokasi kejadian.

Selain itu, empat kapal perang Republik Indonesia (KRI) TNI AL dilaporkan telah mendekati lokasi kecelakaan. "Unsur laut, kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, kemudian yang ada di Surabaya, dan juga yang ada di Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian," kata Syafii di Banjarmasin, Minggu 13 September 2026.

Untuk pencarian melalui udara, Basarnas mendapat dukungan dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL. Serta satu pesawat Karavan BNPB yang mulai diperbantukan dalam operasi.

Selain armada yang secara khusus dikerahkan Basarnas, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian turut membantu operasi pencarian dan pertolongan sebagai bagian dari potensi SAR. Menurutnya, operasi pencarian juga didukung unsur darat yang dikoordinasikan bersama TNI, Polri, kementerian dan lembaga, serta berbagai potensi SAR lainnya sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Pengerahan kekuatan tersebut dilakukan setelah Basarnas Command Center mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa. Langkah itu bertujuan agar kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi dapat memberikan bantuan dalam pencarian dan pertolongan.

Syafii mengatakan operasi SAR dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO). Seluruh unsur yang terlibat berada di bawah koordinasi Basarnas sebagai pelaksana operasi pencarian dan pertolongan.

"Basarnas dibantu, khususnya dari TNI dan Polri, dan juga seluruh potensi, begitu juga dari kementerian/lembaga sesuai dengan fungsinya," ujarnya. Hingga kini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 penumpang Kapal Virgo Transport 8.

Sebanyak 107 orang dinyatakan selamat, sementara enam orang meninggal dunia. Dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut, sebanyak 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Basarnas memastikan seluruh armada dan unsur pendukung yang telah dikerahkan terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan untuk memperluas area pencarian. Sekaligus mempercepat proses evakuasi korban di perairan Laut Jawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....