Tata Kelola AI, Wamenkomdigi: untuk Memastikan Bermanfaat dan Melindungi Manusia
- 14 Sep 2026 04:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemkomdigi meminta masyarakat tidak khawatir dengan penyusunan regulasi tata kelola kecerdasan buatan yang sedang dikembangkan.
- Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menekankan bahwa kebijakan regulasi AI tidak dirancang untuk mencekik perkembangan teknologi di Indonesia.
- Regulasi AI disusun untuk memastikan manfaat teknologi dan melindungi masyarakat dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta masyarakat, tidak khawatir dengan penyusunan regulasi tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menuturkan penyusunan regulasi ini untuk menyikapi perkembangan teknologi AI.
Nezar menyatakan bahwa kebijakan tata kelola AI, dipastikan tidak untuk mencekik perkembangan teknologi. Namun ditekankan Wamenkomdigi, hal ini untuk memastikan manfaat dan melindungi masyarakat dalam pemanfaatan AI.
Sejumlah regulasi disiapkan yakni Surat Edaran tentang Etika Kecerdasan Artifisial, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu terdapat Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), serta penyusunan peta jalan nasional AI dan regulasi mengenai etika AI.
"Jangan takut dengan regulasi-regulasi yang diciptakan, tidak ada kehendak untuk mencekik perkembangan. Ini hanya untuk membuat perkembangan teknologi itu bermanfaat bagi semuanya, risikonya bisa dimitigasi, dan kita bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar," ujar Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Minggu, 13 Septermber 2026.
Wamenkomdigi mengatakan bahwa perkembangan AI saat ini telah memasuki fase baru, yang disebut sebagai Agentic AI. Pada fase ini AI tidak hanya sekadar memberikan respons, tetapi juga mengambil keputusan dan menjalankan serangkaian tindakan secara mandiri.
Nezar menegaskan bahwa keputusan yang diambil AI secara mandiri tanpa sepengetahuan manusia, dapat menimbulkan risiko besar. Untuk itu ditegaskannya, pentingnya regulasi dalam mematikan pelibatan manusia sebagai penentu akhir dari pemanfaatan AI.
"Agentic AI bisa berpikir, membangun nalarnya sendiri, dan membuat keputusan tanpa kita ketahui. Banyak juga risiko yang membuat kita mempertanyakan apakah manusia masih ada di dalam proses itu?," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....