Wamenkomdigi: Agentic AI Perlu Tetap Libatkan Manusia
- 14 Sep 2026 00:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Agentic AI merupakan perkembangan teknologi yang memungkinkan sistem AI mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara mandiri, bukan hanya memberikan respon.
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan bahwa perkembangan Agentic AI dapat menimbulkan risiko signifikan dalam pemanfaatan teknologi AI.
- Kemampuan baru ini menandai lompatan dari AI responsif ke AI yang dapat bertindak mandiri tanpa intervensi manusia secara real-time.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agentic menghadirkan kemampuan AI untuk tidak sekadar memberikan respons. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan teknologi tersebut kini mampu mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara mandiri.
Menurut Nezar, perkembangan Agentic AI juga menghadirkan risiko dalam pemanfaatan teknologi. Kemampuan mengambil keputusan secara mandiri dinilai perlu diimbangi dengan batasan dan keterlibatan manusia.
"Agentic AI bisa berpikir, membangun nalarnya sendiri, dan membuat keputusan tanpa kita ketahui. Banyak juga risiko yang membuat kita mempertanyakan apakah manusia masih ada di dalam proses itu?," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Minggu, 13 September 2026.
Nezar menekankan pentingnya keterlibatan manusia dalam pemanfaatan Agentic AI. Menurutnya, keputusan akhir tetap harus berada di tangan manusia sebagai pengguna teknologi.
"Ini yang harus dipertimbangkan risiko-risikonya. Karena Agentic AI punya kemampuan untuk membuat keputusan jika kita berikan otoritas," ujarnya.
Nezar mengatakan pemerintah tengah memperdalam kebijakan pemanfaatan teknologi AI. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan inovasi dan perlindungan terhadap manusia.
"Inilah gambaran ke depan yang harus diperhitungkan dalam policy making untuk tata kelola AI ini. Pemerintah sendiri mengambil pendekatan berbasis risiko untuk menjaga keseimbangan antara ruang inovasi dan perlindungan terhadap manusia," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....