AISITS Ungkap Kronologi KM Virgo Transport 8 sebelum Hilang Kontak

  • 13 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sistem pemantauan Automatic Identification System of ITS (AISITS) mengungkap kronologi perjalanan KM Virgo Transport 8 sebelum sinyal kapal berhenti terdeteksi di perairan Selat Madura.
  • Perjalanan KM Virgo terekam melalui data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS sejak kapal bertolak dari Terminal Jamrud Selatan.
  • AISITS mencatat sinyal terakhir KM Virgo Transport 8 pada Sabtu malam pukul 22.33 WIB.

RRI.CO.ID, Surabaya - Sistem pemantauan Automatic Identification System of ITS (AISITS) mengungkap kronologi perjalanan KM Virgo Transport 8 sebelum sinyal kapal berhenti terdeteksi di perairan Selat Madura. Pergerakan kapal terekam melalui data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS sejak KM Virgo Transport 8 bertolak dari Terminal Jamrud Selatan, Surabaya, pada Sabtu (12/9).

Demikian disampaikan Pakar Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Eng Dhimas Widhi Handani ST MSc, di Surabaya, Minggu 13 September 2026. "Perjalanan KM Virgo terekam melalui data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS sejak kapal bertolak dari Terminal Jamrud Selatan," kata Dhimas.

Berdasarkan data AISITS, KM Virgo Transport 8 mulai meninggalkan Terminal Jamrud Selatan sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal awalnya bergerak dengan kecepatan 0,3 hingga 3,5 knot saat masih berada di area pelabuhan.

Kapal kemudian memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Setelah berada di jalur tersebut, kecepatannya meningkat menjadi sekitar 12 hingga 14 knot.

Sekitar pukul 12.00 WIB, saat berada di sekitar Karang Jamuang, KM Virgo Transport 8 tercatat melaju relatif konstan dengan kecepatan 13 hingga 14 knot. "Melalui server AISITS, perjalanan kapal kemudian melanjut ke arah timur laut menuju Banjarmasin, Kalimantan," ujar Dhimas yang juga merupakan Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS.

Sinyal Terakhir Pukul 22.33 WIB

Dhimas mengatakan AISITS mencatat sinyal terakhir KM Virgo Transport 8 pada Sabtu malam pukul 22.33 WIB. Saat itu, kapal terdeteksi masih bergerak dengan kecepatan 12,9 knot.

Setelah waktu tersebut, data pergerakan kapal tidak lagi masuk ke sistem AISITS. Menurut Dhimas, berhentinya penerimaan data tersebut dapat terjadi karena kapal berada di luar jangkauan stasiun AISITS.

Kemungkinan lainnya adalah perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data.

"Kondisi tersebut dapat terjadi karena kapal berada di luar jangkauan laporan AISITS. Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data," katanya.

Ia menegaskan, hilangnya data dari AISITS tidak serta-merta menunjukkan penyebab hilangnya kontak kapal. Data tersebut perlu dikombinasikan dengan informasi dari sistem pemantauan lain dan hasil operasi pencarian serta investigasi di lapangan.

Dhimas menjelaskan data historis AISITS dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai insiden di laut. Salah satunya dengan mengetahui kapal yang keluar dari jalur pelayaran atau berhenti di lokasi yang tidak semestinya.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk memantau pergerakan kapal di sekitar fasilitas vital. Seperti pipa bawah laut dan anjungan lepas pantai. Selain mendukung investigasi kecelakaan,

AISITS memiliki sejumlah fitur untuk memperkuat keamanan maritim. Antara lain, early warning system, ship tracking system, fuel oil monitoring, dan smart buoy monitoring.

Sistem tersebut juga dilengkapi fitur predictive maneuvering plan, informasi cuaca, serta peta kepadatan lalu lintas kapal (heat maps). Seluruh peringatan dini dapat dipantau melalui aplikasi maupun command center yang berada di tepi pantai.

"Pemantauan tersebut memungkinkan pihak terkait mengetahui kondisi lalu lintas kapal secara cepat sehingga potensi gangguan terhadap fasilitas vital dapat diantisipasi," kata Dhimas.

Menurutnya, pemanfaatan AISITS menjadi salah satu bentuk penggunaan teknologi untuk mendukung pengawasan perairan Indonesia. Baik melalui pemantauan pergerakan kapal secara real-time maupun penyediaan data historis untuk kebutuhan investigasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....