KTT BRICS India, Presiden Prabowo: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- 13 Sep 2026 04:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak menginginkan adanya ketergantungan maupun tekanan dari kekuatan tertentu dalam pertemuan KTT BRICS ke-18 di India.
- Sesi terbatas KTT BRICS ke-18 berfokus pada pembahasan penguatan tata kelola global yang inklusif dan kerja sama multilateral yang lebih kuat.
- Pernyataan Indonesia tentang independensi ini menunjukkan posisi tegas negara dalam dialog internasional dan komitmen terhadap prinsip-prinsip multilateralisme.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia, tidak menginginkan adanya ketergantungan maupun tekanan dari kekuatan tertentu. Hal itu disampaikan Kepala Negara, dalam sesi terbatas pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS, India.
Sesi terbatas bertajuk 'Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism' itu, merupakan rangkaian even pertemuan KTT ke-18 BRICS. Sesi tersebut diikuti oleh para pemimpin negara anggota BRICS untuk membahas penguatan tata kelola global yang inklusif serta kerja sama multilateral.
Untuk mewujudkan komitmen tidak ketergantungan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan, Indonesia harus mampu menjadi bangsa yang mandiri. Sehingga ditegaskan Kepala Negara, bahwa Indonesia memandang penting untuk memperkuat fondasi nasional.
"Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri," kata Presiden Prabowo dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.
Dalam kesempatan itu Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia, tengah fokus memperkuat fondasi kemandirian bangsa. Dengan hal ini diyakini Presiden Prabowo, Indonesia dapat mengambil peranan penting dalam menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan dunia.
Salah satu penguatan kemandirian tersebut diungkapkan Presiden Prabowo Subianto, yakni pada kemandirian bidang energi. Kepala Negara mengatakan, secara khususnya yakni melalui penguatan konektivitas sistem energi dan ketahanan energi antarwilayah.
"Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan. Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan," ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....