Hari Kelima SAR, Tim Gabungan Temukan Jeriken di Selat Sunda
- 12 Sep 2026 23:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim SAR gabungan menemukan satu jeriken minyak berwarna biru saat menyisir perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
- Temuan tersebut didapat pada hari kelima operasi pencarian, Sabtu 12 September 2026, oleh unsur KN SAR Tetuka 247 di Sektor X sekitar pukul 10.05 WIB.
- Basarnas belum dapat memastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speedboat atau delapan orang yang masih dalam pencarian
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim SAR gabungan menemukan satu jeriken minyak berwarna biru saat menyisir perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk mencari delapan orang yang hilang bersama kapal pembawa rombongan jurnalis.
Temuan tersebut didapat pada hari kelima operasi pencarian, Sabtu 12 September 2026, oleh unsur KN SAR Tetuka 247 di Sektor X sekitar pukul 10.05 WIB.
Demikian laporan resmi Basarnas dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu 12 September 2026 malam. Basarnas mengatakan temuan jeriken tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka.
"Namun, hingga hasil operasi hari kelima dilaporkan, belum dapat dipastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speedboat atau delapan orang yang masih dalam pencarian," katanya. Pencarian di Sektor X mencakup area seluas 380 NM².
Selain KN SAR Tetuka, operasi juga melibatkan RBB Peucang yang bertolak dari Dermaga Paku Anyer dan melakukan penyisiran hingga sore hari. Kondisi gelombang di wilayah pencarian dilaporkan berkisar 0-1 meter.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus memverifikasi setiap benda yang ditemukan di laut untuk mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan delapan korban yang hingga kini belum ditemukan. Kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan berencana melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang lainnya.
Lima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Sementara tiga orang lainnya yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.
Berdasarkan catatan komunikasi, salah satu korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus pada pukul 15.04 WIB. Lokasi terakhir yang diduga menjadi titik hilang kontak berada di koordinat 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"E.
Operasi pencarian dilakukan sejak laporan hilang kontak diterima dengan melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Basarnas, TNI AL, Polri hingga relawan dan nelayan.
Sejumlah armada dikerahkan untuk menyisir perairan Selat Sunda. Dari Basarnas, terdapat KN SAR Tetuka. Sementara TNI AL mengerahkan KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang. Polri turut menerjunkan KP Sanjaya milik Polairud.
Selain itu, tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung juga dilibatkan dalam pencarian. Potensi SAR lokal, termasuk relawan dan nelayan, turut membantu penyisiran di sejumlah sektor pencarian.
Hingga hari kelima operasi, delapan orang tersebut masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan memeriksa setiap temuan yang berpotensi menjadi petunjuk keberadaan korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....