Pewarta Foto Indonesia Tepis Anggapan Lima Jurnalis Nekat Liput Krakatau
- 12 Sep 2026 13:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pewarta Foto Indonesia membantah lima jurnalis nekat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau
- Jurnalis dalam menjalankan tugas merupakan perintah Undang-Undang
- Berbagai perencanaan dan persiapan harus dilakukan sebelum meliput peristiwa bencana
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Dwi Pambudo menegaskan jurnalis memiliki naluri untuk memberitakan peristiwa termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) kepada masyarakat. Penegasan tersebut untuk menepis narasi negatif sejumlah warganet yang menyebut lima jurnalis nekat memasuki zona berbahaya.
"Semua insan pers mempunyai naluri ya, mencari berita sudah terbentuk, sudah ada sejarahnya, metodenya ketika ada berita di depan, yang diutamakan peristiwa secepatnya. Karena itu naluri yang dibentuk pun profesi ini sudah menjadi akar rumput, dimana kita harus respect kalau ada peristiwa untuk memberitakan fakta yang sebenarnya kepada masyarakat," kata Dwi Pambudo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Ia menegaskan jurnalis termasuk pewarta foto memiliki perencanaan yang matang sebelum meliput peristiwa atau bencana alam. Tugas peliputan di zona berbahaya atau bencana alam tidak mudah sehingga perlu persiapan yang matang.
Pada kesempatan tersebut, Dwi meminta masyarakat dan warganet menghargai profesi jurnalis dengan berkomentar yang bijak di media sosial. Ia menegaskan lima jurnalis yang hilang kontak tersebut adalah pejuang kemerdekaan pers di Indonesia, ujung tombak pemberitaan di Tanah Air.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak selalu membuat konten-konten atau berita-berita yang tidak terverifikasi. Kami juga mengimbau kepada para pembuat konten-konten yang tidak bertanggung jawab mohon dikurangi," katanya.
"Kita mengajak kepada semua masyarakat untuk mengurangi semua berita-berita yang tidak bermanfaat. Karena teman-teman yang berjuang meliput di Krakatau termasuk teman-teman yang mencari fakta dan peristiwa, mempunyai kualitas mengedepankan informasi untuk kepentingan pers Indonesia," katanya menegaskan.
Dwi mengatakan jurnalis dalam menjalankan tugasnya berdasarkan perintah Undang-Undang. Ia meminta dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal.
"Bahwa yang kita butuhkan adalah doa dan dukungan, doa moral, setidaknya kita sebagai bangsa yang berdaulat atau bangsa yang memiliki nilai moral, kemanusiaan. Mohon nilai-nilai kemanusiaan kita depankan, apapun itu profesinya, apapun itu bentuk jabatannya, tolong hindari untuk membahas yang tidak penting," katanya menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....