BPOM Optimistis Indonesia Mampu Jadi Lokasi Uji Klinis Global

  • 12 Sep 2026 12:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan Indonesia siap menjadi lokasi uji klinis di tingkat Asia hingga kancah global
  • Kesiapan Indonesia didukung 1.416 perguruan tinggi, lebih dari 270 industri/perusahaan farmasi, serta 117 unit kerja BPOM
  • Kolaborasi academia-business-government (ABG) dinilai menjadi kunci mendorong pelaksanaan uji klinis dan pengembangan obat baru

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan Indonesia siap menjadi lokasi uji klinis dalam kancah global. Kesiapan tersebut didukung potensi akademisi, industri, pemerintah, serta ekosistem penelitian yang semakin memadai.

Pernyataan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat menerima kunjungan PT Equilab Internasional di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor Pusat BPOM. Pertemuan tersebut berlangsung dengan membahas peluang pelaksanaan uji klinis di Indonesia.

Taruna menjelaskan pelaksanaan uji klinis dapat dilakukan melalui kolaborasi ABG atau academia-business-government yang melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi tersebut memiliki potensi besar karena Indonesia mempunyai sumber daya akademik yang luas.

“Dari sisi akademisi, kami memiliki 1.416 perguruan tinggi di Indonesia. Ini potensi yang besar,” ujar Taruna dalam pertemuan dengan PT Equilab Internasional di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor Pusat BPOM, Kamis, 10 September 2026.

Selain akademisi, Indonesia memiliki lebih dari 270 industri atau perusahaan farmasi yang dapat mendukung pelaksanaan uji klinis. Pemerintah juga memiliki 117 unit kerja BPOM yang tersebar di tingkat pusat maupun daerah.

Ketiga unsur tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk memperkuat pelaksanaan uji klinis di Indonesia. Taruna menekankan kolaborasi sebagai faktor penting untuk mendorong pelaksanaan uji klinis secara lebih optimal.

Pemerintah Indonesia saat ini turut mendorong peningkatan, pengembangan, dan fasilitasi pelaksanaan uji klinis khususnya untuk obat-obat baru. Indonesia juga dinilai semakin siap menjadi lokasi uji klinis perusahaan farmasi Korea melalui dukungan populasi besar dan beragam.

Peneliti serta pusat penelitian Indonesia dinilai semakin kompeten dengan dukungan ekosistem uji klinis yang makin memadai. Kerja sama kedua pihak diharapkan membuka peluang pengembangan reliance dan peningkatan kapasitas melalui pertukaran pengetahuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....