Tanggal 12 September 2026 Memperingati Apa? Ini Lima Momen Pentingnya

  • 12 Sep 2026 10:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tragedi Tanjung Priok dikenang sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah pelanggaran HAM Indonesia.
  • PBB memperingati 12 September sebagai momentum memperkuat kerja sama negara-negara Global Selatan.
  • Amerika Serikat memperingati Hari Polisi Wanita Nasional untuk mengapresiasi kontribusi perempuan dalam kepolisian.

RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 12 September 2026, menjadi momentum sejumlah peringatan penting di Indonesia maupun dunia. Salah satunya Hari Purnawirawan sekaligus Hari Ulang Tahun Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Tanggal tersebut juga berkaitan dengan kesehatan, sejarah hak asasi manusia, kerja sama internasional, hingga kepolisian perempuan. Setiap peringatan membawa latar belakang serta pesan berbeda yang tetap relevan bagi masyarakat.

Melansir Nationaltoday dan sejumlah sumber, berikut sejarah dan makna dari setiap momentum tersebut:

1. Hari Purnawirawan atau HUT PEPABRI

Setiap 12 September diperingati sebagai Hari Purnawirawan sekaligus hari lahir PEPABRI di Indonesia. Purnawirawan merujuk pensiunan TNI dan Polri yang telah menyelesaikan masa tugas kedinasannya.

Sejarah organisasi bermula pada 1 September 1953 melalui pembentukan PPAPRI di Solo. Anggotanya terutama berasal dari wilayah Karesidenan Surakarta, termasuk mantan anggota Legiun Mangkunegaran.

PPAPRI dibentuk untuk membangun solidaritas sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. Organisasi tersebut ketika itu masih bersifat lokal dan belum mencakup purnawirawan secara nasional.

Pada 12 April 1957, pensiunan TNI di Jakarta kemudian membentuk organisasi PERPAPRI. Pembentukannya didorong semangat perjuangan yang tetap dilanjutkan meskipun para anggotanya telah memasuki masa pensiun.

PERPAPRI menyelenggarakan Kongres Nasional I pada 10–12 September 1959 di Kaliurang, Yogyakarta. Kongres dihadiri perwakilan Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, serta PPAPRI Solo.

Pertemuan tersebut menyepakati penyatuan organisasi pensiunan dan janda APRI dalam satu wadah nasional. Kongres juga merumuskan landasan perjuangan dan identitas organisasi melalui kode kehormatan Catur Dharma.

Perkembangan berikutnya terjadi ketika Kongres Nasional III diselenggarakan pada April 1964 di Lembang, Bandung. Kongres tersebut turut melibatkan Persatuan Pensiunan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia atau PPAKRI.

Pengintegrasian PPAKRI kemudian diterima dan nama organisasi berubah menjadi Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PERPABRI). Sebutan pensiunan juga diganti menjadi purnawirawan, sedangkan janda purnawirawan disebut warakawuri.

Kongres tersebut sekaligus menetapkan 12 September sebagai Hari Purnawirawan dan hari lahir PEPABRI. Peringatan ini menjadi momentum mempertahankan semangat pengabdian serta persatuan keluarga besar purnawirawan.

2. Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional

Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional diperingati setiap 12 September di Indonesia. Peringatan ini pertama kali diinisiasi pada 2018 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan rongga mulut.

Masyarakat diingatkan membiasakan menyikat gigi dua kali sehari dengan waktu serta teknik yang tepat. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dan pola makan sehat juga menjadi bagian pencegahan.

Masalah gigi dan mulut masih menjadi persoalan kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 56,9 persen penduduk berusia minimal tiga tahun mengalami gangguan tersebut.

Sementara Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi karies gigi di Indonesia mencapai 88,8 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan edukasi dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.

Permasalahan dipengaruhi kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat serta konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan gigi juga menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

SKI 2023 menunjukkan hanya 1,4 persen penduduk menyikat gigi pada waktu yang direkomendasikan. Angka tersebut memperlihatkan masih rendahnya penerapan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dengan benar.

Pencegahan dapat dilakukan melalui penggunaan fluoride, pengurangan konsumsi gula, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemanfaatan teledentistry juga dapat membantu memperluas edukasi dan konsultasi pada wilayah dengan layanan terbatas.

3. Hari Peringatan Tragedi Tanjung Priok

Tanggal 12 September juga dikenang sebagai hari terjadinya Tragedi Tanjung Priok pada 1984. Peristiwa di Jakarta Utara tersebut melibatkan bentrokan antara aparat dengan massa sipil.

Ketegangan bermula pada 8 September 1984 ketika dua Babinsa mendatangi Musala As-Sa'adah di Koja. Kedatangan tersebut berkaitan dengan pencopotan pamflet yang dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintah saat itu.

Situasi kemudian semakin memanas setelah sejumlah warga ditangkap terkait perusakan sepeda motor milik aparat. Tokoh masyarakat Amir Biki berupaya membebaskan empat warga yang ditahan, tetapi tidak berhasil.

Pada 12 September, sekitar 1.500 warga bergerak menuju kantor kepolisian dan Kodim setempat. Perjalanan massa berujung bentrokan dan penembakan yang menimbulkan korban meninggal maupun luka.

Pemerintah saat itu mencatat 24 orang meninggal dunia dan 54 lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah sumber independen dan saksi memperkirakan jumlah korban lebih besar dibandingkan catatan resmi tersebut.

Tragedi Tanjung Priok kemudian dikenang sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah pelanggaran HAM Indonesia. Peringatannya menjadi momentum mengenang korban sekaligus memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia.

4. Hari PBB untuk Kerja Sama Selatan-Selatan

Hari PBB untuk Kerja Sama Selatan-Selatan diperingati secara internasional setiap 12 September. Momentum tersebut memperkuat solidaritas dan pertukaran solusi antarnegera yang tergabung dalam Global Selatan.

Kerja sama ini berangkat dari kemampuan setiap negara membagikan pengalaman, pengetahuan, serta inovasi kepada negara lainnya. Pertukaran tersebut diharapkan mempercepat pembangunan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing negara.

Peringatan 2026 mengusung tema Solidarity Rising: Global Alliance for Inclusive and Innovative Development. Tema itu menekankan aliansi global untuk pembangunan yang lebih inklusif sekaligus inovatif.

Kerja sama Selatan-Selatan mencakup energi terbarukan, kesehatan, pertanian, kesiapsiagaan bencana, pendidikan, serta inovasi digital. Bidang pelayanan publik juga menjadi bagian pertukaran solusi antarnegara berkembang.

Kolaborasi tersebut membantu negara mengadaptasi program yang telah berhasil di wilayah lain. Langkah itu sekaligus mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

Tahun ini juga menjadi momentum peluncuran Aliansi Global untuk Kerja Sama Selatan-Selatan dan Trilateral. Platform sukarela itu difasilitasi PBB untuk menghubungkan kebutuhan, keahlian, kemitraan, serta berbagai bentuk dukungan.

5. Hari Polisi Wanita Nasional di Amerika Serikat

Hari Polisi Wanita Nasional diperingati setiap 12 September di Amerika Serikat. Peringatan ini mengapresiasi kontribusi perempuan dalam penegakan hukum serta menjaga keamanan masyarakat.

Momentum tersebut juga mendorong keterwakilan perempuan yang semakin besar dalam institusi kepolisian. Peringatan turut menyoroti keberanian dan berbagai tantangan yang dihadapi polisi perempuan selama menjalankan pekerjaannya.

Marie Owens diyakini menjadi polisi perempuan pertama di Amerika Serikat setelah bergabung dengan Kepolisian Chicago pada 1891. Sebelumnya, New York telah mempekerjakan perempuan untuk menjaga tahanan wanita sejak 1854.

Namun, petugas perempuan tersebut masih berstatus sipil sehingga belum memiliki kewenangan penegakan hukum seperti polisi. Perubahan mulai berkembang ketika lebih banyak perempuan masuk ke dalam institusi kepolisian.

Pada 1910, Alice Wells bergabung dengan Departemen Kepolisian Los Angeles sebagai polisi perempuan. Wells kemudian menjadi pelopor gerakan yang mendorong lembaga kepolisian merekrut lebih banyak perempuan.

Perempuan tetap menghadapi diskriminasi, seksisme, serta standar berbeda dalam perjalanan mendapatkan kesetaraan di kepolisian. Sejumlah gugatan hukum kemudian menjadi bagian perjuangan membuka kesempatan kerja secara setara.

Salah satunya dilakukan Veragene Hardy terhadap Dewan Kepegawaian Kota Oakland pada Agustus 1971. Gugatan tersebut menuntut posisi kepolisian dibuka secara setara bagi perempuan maupun laki-laki.

Kini perempuan telah menjalankan berbagai fungsi kepolisian, mulai penegakan hukum hingga pelayanan masyarakat. Peringatan 12 September menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut dalam profesi kepolisian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....